Berita

Anggota DPD RI Fahira Idris/Ist

Politik

Jaga Tensi Politik, Pendukung Capres-Cawapres Dilarang Tebar Kebencian

JUMAT, 20 OKTOBER 2023 | 17:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemilihan presiden (Pilpres) 2024 diperkirakan akan berjalan menarik karena didominasi adu gagasan antarkandidat di berbagai forum.

Anggota DPD RI Fahira Idris meminta capres-cawapres mengingatkan para pendukungnya melarang menebar sentimen buruk apalagi kebencian berbasis SARA terhadap kandidat lain.

"Saya berharap Pilpres kali ini menjadi momentum pendidikan politik yang bermanfaat dan bermartabat bagi rakyat karena memilih kandidat berbasiskan rasionalitas gagasan dan rekam jejak kandidat,” ujar Fahira lewat keterangan resminya, Jumat (20/10).


Menurut Senator Jakarta ini, ada dua kondisi yang sangat mempengaruhi tensi Pilpres 2024. Pertama kualitas para kandidat terutama narasi yang diucapkan. Kedua, perilaku para pendukung masing-masing kandidat terutama perkataan dan perbuatan.

Jika para pendukung mampu menjaga perkataan dan perbuatannya untuk tidak menyebar sentimen buruk apalagi kebencian berbasis SARA maka Pilpres 2024 ini juga akan berjalan kondusif dan menenangkan rakyat.

“Saya sangat yakin semua kandidat mempunyai kesadaran tinggi untuk menghadirkan Pilpres 2024 yang sejuk dan bermartabat dengan mengedepankan adu gagasan dan rekam jejak," jelas Fahira.

"Tinggal bagaimana para kandidat ini juga mengerahkan semua sumber daya dan pengaruhnya untuk memastikan para pendukungnya juga melakukan hal yang sama,” pungkas Fahira.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya