Berita

Delegasi Indonesia dari Kementerian Perindustrian melakukan kunjungan ke pusat research and development Solinatra di Norwich, Inggris/Ist

Bisnis

Dorong Kerja Sama Teknologi dengan Inggris, Kemenperin Harap Indonesia jadi Pemimpin Produk Biodegradable

JUMAT, 20 OKTOBER 2023 | 08:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap Indonesia bisa menjadi salah satu pemimpin di dunia dalam produksi produk-produk biodegradable (dapat terurai alami).

Usai partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada pameran teknologi industri terbesar Hannover Messe 2023, Kemenperin terus melakukan pendampingan dan pemantauan atas implementasi pencapaian kesepakatan antara PT. ATMI IGI dan Solinatara Group pada pameran tersebut, termasuk melakukan kunjungan ke pusat research and development Solinatra di Norwich, Inggris.

"Kemenperin mengharapkan kerja sama ini tidak hanya dapat memposisikan Indonesia sebagai salah satu pemimpin di dunia dalam produksi produk-produk biodegradable, namun juga mendorong masa depan yang lebih berkelanjutan," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Dirjen KPAII) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto dalam keterangan di Jakarta, seperti dikutip dari laman resmi Kemenperin, Jumat (20/10).


Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan Sustainable Development Goals dan target Net Zero Emissions (NZE), serta upaya Indonesia untuk mengurangi sampah plastik laut dengan target sebesar 70 persen pada tahun 2025, dan sepenuhnya bebas sampah plastik pada tahun 2040.

Selama kunjungan ke Inggris, delegasi Indonesia juga menyaksikan langsung proses revolusioner di Solinatra, yang mengubah limbah tanaman menjadi bahan yang dapat terbiodegradasi.

Solinatra, yang berkantor pusat di Belanda, adalah pelopor dalam inovasi biomaterial. Perusahaan tersebut memanfaatkan bahan-bahan nabati 100 persen alami yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat diintegrasikan secara sempurna dalam proses manufaktur yang ada.

Sebagai salah satu bentuk implementasi dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani di Hannover Messe 2023, ATMI IGI sebagai salah satu co-exhibitor Indonesia di Hannover Messe 2023 dan Solinatra mendirikan ATMI-Solinatra Center of Excellence; lembaga pionir di Indonesia dalam melakukan transisi dari plastik yang menimbulkan sampah ke bahan yang sepenuhnya alami dan dapat terurai secara hayati serta dapat dibuat kompos.

Dengan menggabungkan keahlian teknik ATMI dan bahan-bahan inovatif Solinatra, Center of Excellence akan mendidik generasi pemimpin industri berikutnya, memposisikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam produksi produk biodegradable.

“Kemitraan ini tidak hanya mendukung agenda ramah lingkungan di Indonesia, tetapi juga membuka peluang untuk fasilitas manufaktur baru, sehingga mendorong lapangan kerja yang ramah lingkungan,” pungkas Eko.

Senada dengan Eko, CEO Solinatra Robert de Jong menyambut baik kemitraan ini. Ia mengatakan, Solinatra sepenuhnya mendukung visi Indonesia untuk mengatasi permasalahan sampah plastik, dan produk inovatif Solinatra selaras dengan tujuannya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya