Berita

Presiden terpilih Ekuador, Daniel Noboa/Net

Dunia

Daniel Noboa, Anak Pengusaha Pisang Menangkan Pilpres Ekuador

SENIN, 16 OKTOBER 2023 | 13:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Anak pengusaha pisang terkenal Kolombia, Daniel Noboa berhasil memenangkan hasil pemilu dan menjadi presiden Ekuador berikutnya pada Minggu (15/10).

Setelah menghitung lebih dari 90 persen suara, Dewan pemilihan nasional mengumumkan bahwa Noboa berhasil unggul 52 persen dibanding lawan sayap kirinya, Luisa Gonzalez yang hanya sekitar 48 persen suara.

Gonzalez yang merupakan kandidat penerus dari mantan Presiden Rafael Correa, mengakui kekalahannya. Ia mengucapkan selamat dan berjanji mendukung pemerintahan Noboa.


“Daniel Noboa, kami ucapkan selamat yang sebesar-besarnya, karena ini adalah demokrasi,” kata González kepada para pendukungnya di Quito, seperti dimuat Reuters.

Noboa akan memerintah Ekuador dengan masa jabatan yang dipersingkat yakni mulai dari Desember 2023 hingga Mei 205.

Presiden baru yang baru berusia 35 tahun itu berjanji meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda, serta menampung para penjahat berbahaya di kapal penjara.

"Besok kami mulai bekerja untuk Ekuador, untuk membangun kembali negara yang dilanda kekerasan, korupsi, dan kebencian,"  kata Noboa kepada para pendukungnya di kota tepi laut Olon.

Pemilu di Ekuador diadakan di tengah meningkatnya kejahatan dengan kekerasan yang dipicu perdagangan narkoba.

Hal itu menjadikan Ekuador sebagai negara paling kejam di Benua Amerika, dengan tingkat pembunuhan tertinggi keempat, bahkan lebih tinggi dari Meksiko.

Kemenangan Noboa telah berhasil memenuhi ambisi keluarganya
Raja Pisang Alvaro yang pernah gagal menjadi presiden Ekuador.

Noboa juga memiliki perusahaan sendiri yang bernama DNA Entertainment Group, yang bergerak di penyelenggaraan acara.

Gayanya yang tenang dan tak konfrontatif membuatnya populer, terutama di kalangan pemilih berusia 18 dan 29 tahun, yang merupakan sepertiga dari seluruh pemilih.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya