Berita

Gedung Mahkamah Konstitusi (MK)/Net

Publika

Akhir Pemerintahan yang Baik

SENIN, 16 OKTOBER 2023 | 13:40 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

PARAMETER sasaran pembangunan yang berkualitas berdasarkan APBN atas kesepakatan pemerintah dengan DPR adalah kemiskinan mengalami penurunan. Selanjutnya pengangguran terbuka menurun. Gini ratio menurun. Indeks pembangunan manusia meningkat. Emisi gas rumah kaca menurun. Nilai tukar petani dan nilai tukar nelayan meningkat.

Di samping itu, diharapkan pertumbuhan ekonomi meningkat dan inflasi terjaga rendah. Demikian pula dengan nilai tukar rupiah stabil, suku bunga surat berharga negara 10 tahun rendah, harga minyak mentah terjangkau, dan lifting migas meningkat.
 
Dalam perkembangannya, pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan dari 5,0 persen menjadi 5,3 persen tahun 2019 dibandingkan tahun 2022. Inflasi meningkat dari 2,7 persen menjadi 5,5 persen pada periode analisis yang sama.


Tingkat suku bunga SBN 10 tahun meningkat dari 5,6 persen menjadi 7,0 persen. Nilai tukar rupiah melemah dari Rp14.146 menjadi Rp14.871. Harga minyak mentah Indonesia meningkat dari 62 dolar AS per barel menjadi 97 dolar AS per barel diiringi peningkatan harga BBM.

Lifting minyak mentah menurun dari 746 ribu barel per hari menjadi 612 ribu barel per hari. Lifting gas menurun dari 1057 ribu barel setara minyak per hari menjadi 954 ribu barel setara minyak per hari.

Artinya, berdasarkan perkembangan perekonomian tersebut di atas lebih banyak kinerja perekonomian yang kurang berhasil untuk kepentingan pengukuran akhir masa pemerintahan yang baik.
 
Di samping itu, tingkat kemiskinan meningkat dari 9,22 persen menjadi 9,57 persen. Rasio gini meningkat dari 0,380 menjadi 0,381. Tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 5,18 persen menjadi 5,86 persen.
 
Indeks pembangunan manusia meningkat dari 71,92 menjadi 72,91. Nilai tukar petani meningkat dari 103,21 menjadi 107,33. Nilai tukar nelayan meningkat dari 100,23 menjadi 106,45. Emisi CO2 meningkat dari 54,8 ton menjadi 91,5 ton. Selanjutnya secara umum, kinerja tersebut juga berarti sebagai akhir pemerintahan yang kurang baik.
 
Dengan memantau kinerja pembangunan perekonomian tahun 2023, yang belum berakhir, dan tahun 2024 yang segera berakhir pada 1 Oktober, maka secara umum menunjukkan bahwa pemerintahan perlu bekerja jauh lebih ekstra keras untuk mencapai masa akhir periode pemerintahan yang lebih baik.
 
Selanjutnya berdasarkan kinerja pembangunan hukum, apabila Mahkamah Konstitusi kemudian bertindak menetapkan batas usia capres dan cawapres kembali minimum menjadi 35 tahun dari pembatas 40 tahun, maka itu terkesan sebagai sebuah langkah nyata terbentuknya “konspirasi” untuk pengamanan di akhir periode pemerintahan, yang sulit dibantah.
 
Dalam dunia politik, citra politik yang baik adalah sangat penting dan menjadi penentu keberadaan keberlanjutan kinerja parpol; juga pemerintahan.
 
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef); Pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya