Berita

Ketua Umum DEN Rampai Nusantara, Mardiansyah dalam diskusi publik di Jakarta, Rabu (11/10)/Ist

Politik

Rampai Nusantara: Anak Muda Layak Diberikan Ruang pada Pilpres 2024

KAMIS, 12 OKTOBER 2023 | 18:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Jelang Pemilu 2024, Dewan eksekutif nasional (DEN) Rampai Nusantara menggelar diskusi publik bertema “Pilpres 2024 quo vadis pemuda”, beberapa waktu lalu.

Diskusi yang dihadiri oleh beberapa kelompok organisasi kepemudaan tersebut, salah satunya membahas mengenai peluang anak muda dalam kepemimpinan nasional mendatang.

Ketua Umum DEN Rampai Nusantara, Mardiansyah dalam sambutannya menyampaikan perlunya ruang untuk anak-anak muda dalam gelaran pemilu 2024 nanti sebab anak muda akan menjadi pemilih mayoritas


“Kaum muda harus berani tampil dan harus diberi kepercayaan, pemilu nanti mereka akan menjadi pemilih dengan prosentase mencapai 60 persen dari total pemilih, sehingga sangat layak pada pemilu nanti anak muda diberikan ruang dan kesempatan untuk tampil termasuk dalam ajang pemilihan presiden dan wakil presidennya,” jelas Mardiansyah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/10).

Selain itu, dia juga menyinggung gugatan terkait dengan batas usia capres dan cawapres di Mahkamah Konstitusi dan berharap hakim bisa mengambil keputusan sebijak mungkin

“Kami berharap apa yang saat ini sedang dalam proses di Mahkamah Konstitusi terkait dengan batasan usia capres dan cawapres bisa diakomodir, Hakim Konstitusi harus bijak dalam hal tersebut,” tambahnya.

Di akhir pemaparannya, dia menghimbau anak muda solid dan bergerak bersama dalam pemilu mendatang sehingga pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik dan kondusif.

“Tantangannya adalah anak muda harus menjaga soliditas dan kekompakan satu sama lain, pada hari pemilu nanti semua harus berpartisipasi datang menentukan pilihannya,” pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut Sekretaris Jenderal DPP KNPI Almanzo Bonara, Pengurus Besar HMI Arven Marta dan Koordinator pusat BEM Nusantara Achmad Supardi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya