Berita

Suasana di Israel, banyak mayat tergeletak setelah serangan mendadak yang dilancarkan militan Palestina, Hamas/Net

Dunia

Israel: Ada Warga Rusia yang Ikut Disandera Hamas

SENIN, 09 OKTOBER 2023 | 08:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa warga negara Rusia diduga termasuk di antara mereka yang ditangkap oleh kelompok militan Palestina Hamas.

Keterangan tersebut disampaikan Duta Besar Israel untuk Rusia Alexander Ben Zvi pada Minggu (8/10), sehari setelah Hamas melancarkan Operasi Badai Al Aqsa.

Kepada kantor berita TASS, Ben Zvi menjelaskan bahwa para militan telah menyandera sejumlah besar orang selama serangan dari Gaza ke Israel selatan.


“Jumlah sandera banyak. Tapi kami belum punya data pastinya. Banyak orang menyebutkan jumlahnya ratusan.  Semua orang sedang memantau situasinya sekarang,” kata diplomat itu.

"Sejumlah warga negara Rusia mungkin telah ditawan," ujarnya, sambil menambahkan bahwa belum ada data konkrit mengenai masalah ini.

Ben Zvi mengatakan, setidaknya 350 warga Israel tewas dalam serangan itu, sementara sekitar 2.000 lainnya terluka. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah.

Penghitungan tidak resmi yang diberikan oleh ZAKA, sebuah kelompok sukarelawan yang menangani sisa-sisa manusia setelah serangan teroris di Israel, jauh lebih besar, dengan lebih dari 600 warga Israel dipastikan tewas dalam eskalasi yang sedang berlangsung.

Ketika ditanya tentang kemungkinan operasi darat Israel melawan Hamas dan potensi serangan ke Gaza, Ben Zvi mengungkapkan belum ada keputusan akhir yang dibuat dan konsultasi dengan pemerintah masih berlangsung.

“Keputusan akan diambil dalam hitungan hari. Tapi kita sedang berperang, Perdana Menteri (Benjamin Netanyahu) menyatakan hal ini dengan sangat jelas kemarin. Namun keputusan mengenai operasi semacam itu tidak diambil secara instan,” kata Ben Zvi.

Juru Bicara Militer Israel, Letkol Jonathan Conricus, mengatakan, anak-anak, perempuan, orang tua dan orang cacat termasuk di antara mereka yang disandera.

“Ini adalah angka-angka yang sampai saat ini tidak terbayangkan,” katanya, dikutip dari BBC. “Ini akan menentukan masa depan perang ini.”

Ada banyak video yang beredar online yang dimaksudkan untuk menunjukkan Israel berada di tangan pejuang Hamas.

Sebuah video, yang telah diverifikasi oleh BBC, menunjukkan sebuah truk yang dikendarai melewati kerumunan orang di Jalur Gaza, konon membawa sandera Israel. Video lain yang berlokasi geografis di Jalur Gaza, menunjukkan seorang wanita bertelanjang kaki diseret dari belakang truk dengan tangan berlumuran darah terikat di belakang punggungnya

Eskalasi terbaru antara Israel dan Hamas dimulai pada Sabtu pagi, ketika kelompok militan tersebut melancarkan serangan mendadak di selatan negara itu.

Para militan menerobos perbatasan di beberapa lokasi, menguasai instalasi militer Israel dan menguasai beberapa permukiman.

Dalam rekaman yang dibagikan secara online, para militan terlihat membunuh dan menahan personel militer Israel dan warga sipil.

Israel membalas dengan beberapa serangan udara di wilayah Palestina sambil mengerahkan kembali pasukan tambahan di selatan negara itu.

Militer Israel mengklaim telah membunuh lebih dari 400 pejuang Hamas dalam 30 jam terakhir. Serangan balasan tersebut menyebabkan lebih dari 300 warga sipil tewas dan sekitar 2.200 lainnya terluka di Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat.

Israel juga mengumumkan pemanggilan pasukan cadangan untuk memperkuat barisan militer, dan secara resmi memasuki keadaan perang pada hari Minggu, ketika pemerintah menerapkan Pasal 40 Undang-Undang Dasar negara tersebut.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya