Berita

Ekonom senior Anthony Budiawan/RMOL

Politik

Pemerintah Sarankan Substitusi Karbohidrat saat Harga Beras Naik, Ekonom: Saran Konyol

RABU, 04 OKTOBER 2023 | 15:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seiring dengan kenaikan harga beras di pasaran, pemerintah menyarankan masyarakat untuk beralih ke sumber karbohidrat selain beras.

Menanggapi hal itu, ekonom senior Anthony Budiawan mengaku tak habis pikir terhadap saran yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian tersebut.

Menurutnya, pemerintah seharusnya mencari solusi efektif terkait kenaikan harga beras yang disebabkan oleh kelangkaan.


“Saran pemerintah juga konyol, bukannya mengatasi masalahnya, yaitu kelangkaan beras yang kemudian memicu harga naik, tapi ini malah minta warga substitusi makanan,” tegas Anthony dalam keterangannya, Rabu (4/10).

Atas dasar itu, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) ini menyimpulkan bahwa pemerintah tidak berhasil mengatasi masalah ketersediaan makanan pokok bagi warga negara.

“Artinya, pemerintah gagal mengatasi masalah beras, sebaiknya ganti saja dengan yang lebih mampu. Bukankah begitu?” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memberikan saran kepada masyarakat agar mengonsumsi makanan pokok selain beras, seperti ubi dan sorgum, untuk menghadapi kenaikan harga beras di pasaran.

“Saran saya untuk kita semua, warga negara Indonesia, kuncinya selain stok adalah diversifikasi pangan," ujar Tito di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa kemarin (3/10).

Dengan begitu, kata Tito, masyarakat tidak hanya bergantung pada beras sebagai makanan pokok, tetapi juga mempertimbangkan pilihan lain yang kaya akan karbohidrat. Sebab menurutnya, Indonesia memiliki berbagai potensi makanan pokok yang beragam.

"Jadi ada papeda, sagu, jagung, talas, yam, itu semua enak-enak itu. Ada ubi jalar, sorgum, sukun, banyak sekali yang bisa menjadi bahan pokok dan itu sehat," kata mantan Kapolri ini.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya