Berita

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty saat membuka kegiatan Humas Gathering bertajuk Menguatkan Sinergi Kehumasan Bawaslu dalam Mengopimalkan Diseminasi Informasi Pengawasan Pemilu 2024/Net

Politik

Bawaslu Perkuat Peranan Humas Sebagai Jembatan Komunikasi Pemilu 2024

SELASA, 03 OKTOBER 2023 | 12:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peranan kelembagaan hubungan masyarakat (Humas) bakal diperkuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Salah satunya diperuntukkan bagi saluran aspirasi masyarakat yang akan memilih di Pemilu 2024.

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty menjelaskan, lembaga Humas berperan penting menampung pemikiran pemilih untuk suksesi Pemilu 2024.

"Kehumasan itu jembatan komunikasi, bukan hanya menghubungkan ke luar, tapi juga ke dalam," ujar Lolly dalam keterangan tertulis, Selasa (3/10).


Selain sebagai penampung aspirasi pemilih baik terkait perbaikan kelembagaan maupun dugaan pelanggaran Pemilu, Lolly memandang Humas juga berperan dalam hal edukasi kepada masyarakat.

Sebab menurutnya, dalam menghadapi Pemilu 2024 Humas perlu mengerti dan memahami setiap tahapan. Sehingga, tidak ada disinformasi dan berita hoax yang sempat menyebar luas ke publik.

"Humas harus pahami dulu tentang tahapan Pemilu. Jika informasi sudah bertebaran kalau kita tidak responsif membuat Bawaslu dianggap magabut, makan gaji buta, jangan sampai," tuturnya.

Atas hal tersebut, Lolly meminta jajaran humas Bawaslu hingga Kabupaten/Kota perlu aktif dalam membuat konten edukasi atas media sosial lembaga masing-masing. Dia memandang, humas tidak boleh ketinggalan jaman, harus memahami akan informasi dan tren.

Maka dari itu, menurutnya, perlu persamaan cara pandang antara staf dengan pejabat di atasnya, untuk sama-sama memperbaiki kehumasan agar lebih aktif dan kreatif. Sehingga pola koordinasi dan diskusi bisa menjadi sarana humas untuk dapat mengedukasi.

"Seluruh anggota Bawaslu dan jajaran melakukan posting yang benar setiap hari, maka saya meyakini banyak orang yang mendapatkan edukasi pengawasan. Bagi Bawaslu momentum harus dimanfaatkan dan diciptakan," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya