Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama calon presiden PDIP Ganjar Pranowo dan petugas partai PDIP, Joko Widodo/Net

Suluh

Jokowi Mesra Ganjar, Koalisi Prabowo Bisa Bubar

SENIN, 02 OKTOBER 2023 | 20:31 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

PENGARUH Joko Widodo terbilang besar sebagai penentu Pilpres 2024 mendatang. Arahannya terus dinanti oleh partai-partai yang menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju. Sialnya, arahan itu semakin sulit ditebak jelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden, yang jika didasarkan PKPU 3/2022 tentang Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024 akan dimulai pada 19 Oktober hingga 25 November 2023.

Banyak yang memprediksi Jokowi akan memberi dukungan pengaruhnya pada Prabowo Subianto, yang kini menjadi Menteri Pertahanan. Prediksi ini didasarkan pada arus dukungan dua partai koalisi pemerintah, yakni PAN dan Golkar, yang serentak merapat ke Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Selain itu, dalam beberapa kesempatan Jokowi juga tampak selalu bersama dengan Prabowo Subianto.

Namun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan yang dibuka pada Jumat (29/9) lalu sepertinya membuyarkan prediksi tersebut. Jokowi sebagai petugas partai PDIP tampak mesra dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bahkan Jokowi menampilkan diri layaknya mentor bagi calon presiden dari banteng moncong putih, Ganjar Pranowo.


Di depan forum Jokowi membeberkan bahwa dirinya sudah memberi bisikan kepada Ganjar Pranowo. Dia memberi masukan agar Ganjar segera menyiapkan strategi untuk membuat Indonesia bisa mencapai kedaulatan pangan. Sehingga saat nanti dilantik sebagai presiden, Ganjar bisa langsung mewujudkan visi tersebut.

"Perencanaannya disiapkan sekarang. Begitu dilantik, besok masuk langsung kerja kedaulatan pangan, sehingga swasembada pangan, kedaulatan pangan,  ketahanan pangan harus kita miliki," kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Tidak sampai di situ. Jokowi juga merasa yakin Ganjar bisa melaksanakan strategi tersebut dan mewujudkan kedaulatan pangan bagi Indonesia.

Pernyataan ini setidaknya menyakitkan bagi Prabowo Subianto. Pasalnya, Prabowo merupakan menteri yang diberi kepercayaan oleh Jokowi untuk membuat lumbung pangan nasional atau food estate. Secara tersirat dapat ditangkap bahwa Jokowi ingin mengatakan Prabowo yang selama ini dia percaya belum juga menunjukkan hasil signifikan.

Pernyataan ini juga bakal membuat PAN dan Golkar yang tegak lurus dengan Jokowi berpikir ulang. Mereka akan menerka kembali, ke mana sebenarnya arah dukungan mantan Walikota Solo tersebut.

Berkaca dari pemilihan Maruf Amin sebagai cawapres yang hanya hitungan menit menggantikan Mahfud MD, maka semua kemungkinan masih bisa dimainkan oleh Jokowi. Artinya, Prabowo juga patut harap-harap cemas jika nanti ditinggal dua partai tersebut dan akhirnya hanya bersama Demokrat mengarungi pertarungan. Koalisi keterpaksaan.

Jokowi Main Dua Kaki

Kemesraan Jokowi dengan Ganjar Pranowo juga bisa dilihat sebagai politik dua kaki. Yang perlu dipastikan Jokowi hanya keamanan dan keberlanjutan megaproyek yang sudah dia canangkan. Dan pilihan itu ada pada diri dua bakal capres, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Sementara yang harus dipastikan kalah hanya Anies Baswedan, yang mengusung perubahan.

Sehingga menjadi masuk akal ketika Jokowi menancapkan dua kakinya untuk Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Terlebih, kedua tokoh itu sulit dipasangkan usai para politisi PDIP menolak Ganjar Pranowo dijadikan cawapres pada Pilpres 2024 mendatang.

Atas alasan itu juga, mungkin Jokowi mempersilakan Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum PSI agar bisa memantau langsung perkembangan kekuatan pendukung Prabowo. Jika sekira melemah, maka Jokowi bisa balik kanan ke Ganjar dan menyatakan ikrar setia untuk PDIP.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya