Berita

Presiden Iran Ebrahim Raisi/Net

Dunia

Presiden Raisi: Iran Meningkatkan Pengayaan Nuklir karena Diinjak-injak Eropa

SENIN, 25 SEPTEMBER 2023 | 13:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tudingan bahwa Iran menghalangi upaya pengawas nuklir PBB dibantah oleh Presiden Iran Ebrahim Raisi.

Berbicara dalam wawancara dengan CNN yang tayang Minggu (24/9), beberapa hari setelah Teheran melarang pengawas nuklir PBB yang ditugaskan di negara tersebut, Raisi mengatakan Iran tidak memiliki masalah dengan Badan Energi Atom Internasional untuk memeriksa situs nuklirnya.

“Republik Islam Iran tidak mengatakan kami tidak ingin ada pengawas berada di sini,” tambahnya.


Mengomentari program nuklir Iran, Raisi juga membela pengayaan uranium negaranya hingga mendekati tingkat senjata, dengan menyatakan bahwa hal itu merupakan respons terhadap negara-negara Eropa yang tidak memenuhi perjanjian nuklir tahun 2015.

“Pada awalnya, kami tidak mengupayakan tingkat pengayaan sebesar 60 persen. Mereka menginjak-injak komitmen mereka,” kata Raisi kepada CNN di New York di sela- sela Sidang Umum PBB pekan lalu.

“Apa yang dilakukan Republik Islam Iran adalah respons terhadap pelanggaran komitmen para penandatangan perjanjian," katanya.

Dia menolak tuduhan bahwa Iran meningkatkan pengayaan dalam persiapan membuat bom atom.

“Kami telah berulang kali mengumumkan bahwa penggunaan senjata nuklir, penggunaan senjata pemusnah massal secara umum, tidak mendapat tempat. Mengapa? Karena kami tidak mempercayainya, dan kami juga tidak membutuhkannya,” kata Raisi.

Upaya Washington untuk meningkatkan hubungan Israel dengan negara-negara Teluk Arab, termasuk Arab Saudi yang disebutnya tidak akan berhasil.

Israel telah bergerak lebih dekat ke UEA, Bahrain, Sudan, dan Maroko menyusul inisiatif diplomatik yang didorong oleh AS pada tahun 2020 yang mendorong normalisasi hubungan.

Menjalin hubungan dengan Arab Saudi – yang merupakan rumah bagi beberapa situs paling suci umat Islam – akan menjadi hadiah utama bagi Israel dan dapat mengubah geopolitik Timur Tengah.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya