Berita

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso/Net

Bisnis

Bulog Berencana Impor Beras Satu Juta Ton dari China

SENIN, 25 SEPTEMBER 2023 | 11:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap pasokan beras, Badan Urusan Logistik (Bulog) berencana mengimpor kembali satu juta ton beras dari China tahun depan.

Hal itu diungkap oleh Direktur Utama Perum Blog Budi Waseso dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat CNN Indonesia pada Senin (25/9).

Budi mengatakan, keputusan impor akan diambil menyusul perkiraan BMKG yang menilai bahwa  dampak kekeringan diperkirakan masih akan berlangsung hingga tahun depan.


"Prediksi (kekeringan) tidak hanya tahun ini. Nanti BMKG akan memprediksi kira-kira kalau ini ternyata rawan (kondisi cuaca) pasti Presiden mau menugaskan lagi (untuk) cepat ambil langkah-langkah antisipasi," ujarnya.

Selain faktor cuaca, kata Budi, penurunan jumlah pasokan beras juga disebut menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan impor.

"Produksi dalam negeri memang ada penurunan, tidak salah siapa-siapa karena kita tidak bisa melawan alam," terangnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa China dipilih karena sudah siap mengekspor produk ke Indonesia. Sehingga, tidak perlu lagi mengimpor ke negara lain seperti Thailand, Vietnam, dan Pakistan.

"Berarti kalau ada penugasan nanti ke saya (Bulog) 1 juta lagi, saya akan ambil dari negara China. Karena China sudah siapkan 1 juta (ton)," kata Budi.

Dikatakan Budi, impor beras China sebenarnya telah dilakukan sejak akhir 2022 lalu. Karena masalah cuaca yang berkepanjangan, pemerintah akhirnya mengimpor lagi dari China hingga dua juta ton tahun ini.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya