Berita

Pasangan bacapres-bacawapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, disambut lautan masyarakat saat mengunjungi Kota Makassar, Minggu (24/9)/Ist

Politik

Sambutan Jutaan Masyarakat Makassar untuk Anies-Cak Imin Bisa Bikin Capres Lain Khawatir

SENIN, 25 SEPTEMBER 2023 | 07:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Lautan massa yang menyambut kedatangan pasangan bakal capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu kemarin (24/9) dinilai akan membuat dua bakal capres lainnya khawatir.

Pasalnya, Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo harus mampu melampaui atau paling tidak sama-sama mengumpulkan jutaan massa dalam setiap kegiatan mereka.

“Antusiasme masyarakat menyambut kunjungan Anies-Muhaimin bisa membuat khawatir rivalnya,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (25/9).


Terlebih lagi, menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, sambutan hangat masyarakat terhadap pasangan Amin terjadi bukan pada masa kampanye Pilpres 2024.

“Meskipun dalam catatan IPO, tidak mengejutkan soal antusiasme ini. Setidaknya di dua periode survei terakhir sejak bulan Juli, elektabilitas Anies berada di posisi kedua, hanya tertinggal dari Prabowo,” jelas Dedi.

Dia yakin bahwa situasi penyambutan pasangan Amin akan menambah kekuatan dukungan dari partai pengusung seperti PKB, Nasdem, dan PKS.

“Maka antusiasme itu menjadi gambaran cukup realistis,” demikian Dedi.

Jutaan masyarakat memadati kawasan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat di Jalan Jenderal Sudirman Kota Makassar pada Minggu kemarin (24/9) saat menyambut kedatangan pasangan Anies-Muhaimin.

Anies bahkan mengaku merasa takjub dengan banyaknya pendukung yang memadati kawasan tersebut.

“Luar biasa sambutan dan kemeriahan pagi ini, sampai speechless," ungkap Anies seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL melalui akun Instagram resminya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya