Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Produsen Mobil Listrik China Luncurkan Ponsel Android Khusus untuk Pengemudi

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2023 | 14:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan mobil listrik asal China, Nio Inc, merilis ponsel pintar pertamanya pada Kamis (21/9) waktu setempat.

Produsen mobil yang belum melaporkan keuntungan ini menargetkan basis pelanggan setianya dengan telepon tersebut, yang akan disinkronkan dengan mobil Nio untuk bertindak sebagai kunci pintar, yang bisa melihat informasi seperti pengisian daya baterai, dan fungsi kontrol seperti parkir mandiri dan sistem infotainment di dalam kabin.

Berbicara saat peluncurannya di acara 'Innovation Tech Day' di Shanghai, Nio mengatakan perangkat berbasis Android ini akan dibanderol mulai dari 6.499 yuan (setara 13,7 juta rupiah).


“Kami ingin ponsel kami terhubung secara mulus dengan mobil, dan menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik bagi pemilik mobil kami,” kata pendiri dan Chief Executive Officer William Li pada acara tersebut, seperti dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (22/9).

Menurut keterangan, ponsel ini akan dijual melalui toko online Nio, meskipun pengiriman awal mungkin terbatas karena keterbatasan pasokan.

Didirikan pada tahun 2014, Nio belum menghasilkan keuntungan dari bisnis otomotif utamanya, dan dilaporkan menghabiskan banyak uang. Menurut laporan, perusahaan ini membukukan kerugian yang lebih besar dari perkiraan, yaitu lebih dari 800 juta dolar AS pada kuartal terakhir.

Pada Juni, mereka mengumpulkan sekitar 738 juta dolar AS dari penjualan saham ke CYVN Holdings LLC di Abu Dhabi, dan awal pekan ini menjual obligasi konversi senilai 1 miliar dolar AS - memicu penurunan sahamnya sebesar 17 persen.

Meskipun pengiriman bulanan mengalami peningkatan baru-baru ini, Nio hanya mengirimkan 94,352 kendaraan dalam delapan bulan pertama tahun ini – kurang dari setengah target tahunannya sebesar 250,000.

Untuk meningkatkan penjualan dan memperkuat neracanya, perusahaan telah memotong harga dan mengurangi keuntungan pelanggan, meluncurkan model yang diperbarui, dan menunda beberapa investasi.

Pada penjelasan terpisah Kamis malam, Li mengatakan margin kotor perusahaan akan kembali menjadi dua digit pada kuartal ketiga dan kemudian meningkat lebih lanjut setelah turun serendah 1 persen pada periode tiga bulan sebelumnya.

"Dalam jangka panjang, Nio bertujuan untuk mencapai 20 persen," kata Li, seraya menambahkan bahwa penurunan harga litium juga membantu.

Nio tetap bertahan dengan rencana ponsel yang pertama kali diumumkan tahun lalu. Selain peluncuran ponsel tersebut, Nio juga memamerkan apa yang disebut tata letak teknologi full-stack, termasuk sistem baterai, chip, drivetrain listrik, rekayasa kendaraan, pengemudian cerdas, kabin pintar, dan kecerdasan buatan di Innovation Tech Day.

"Perusahaan telah memulai produksi massal semikonduktor kontrol memori radar berbasis laser yang dapat menghemat beberapa ratus yuan per unit," kata Li.

Namun, produsen mobil tersebut akan gagal mencapai tujuannya membangun stasiun pertukaran baterai di Eropa tahun ini.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya