Berita

Bacapres Anies Baswedan/RMOL

Politik

Rekor Terbesar Anies dalam Survei, Capai 42 Persen di Pilihan Pendukung Gerakan 212

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2023 | 03:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sebanyak 42 persen pendukung gerakan 212 memilih Anies Baswedan, 35 persen mendukung Prabowo Subianto, hanya 18 persen memilih Ganjar Pranowo, dan masih ada 4 persen tidak menjawab.

Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 31 Juli-11 Agustus 2023 yang disampaikan pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, dalam program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ episode “Kelompok 212 dan Pilpres 2024” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV, Kamis (21/9).

Saiful menjelaskan bahwa Anies belum pernah mendapat dukungan sebesar 42 persen publik secara nasional dalam pelbagai survei.


”Namun di kalangan pendukung aksi 212, dia bisa mendapatkan angka dukungan sebesar itu,” ujar Saiful.

”Gerakan ini terlibat atau engage dalam Pemilu 2019. Para pendukung atau setidak-tidaknya elite gerakan 212 pada waktu itu mendukung Prabowo. Sekarang kecenderungannya belum ada keputusan definitif gerakan 212 ini akan mendukung siapa,” tambahnya.

Namun, menurut Saiful, pertama-tama perlu diketahui seberapa besar publik yang memiliki sikap dan pandangan yang positif terhadap gerakan 212. Sikap dan dukungan itu ditunjukkan dengan setidak-tidaknya dengan persetujuan pada apa yang dilakukan oleh gerakan 212.

”Walaupun tidak ikut turun ke jalan, tidak menyumbang dalam bentuk uang, atau ikut menyebarkan pengumuman tentang aksi 212, tapi minimal secara psikologis, mereka menyatakan setuju gerakan 212,” jelas Saiful.

”Seberapa banyak masyarakat yang mendukung gerakan 212? Dari yang mendukung, juga perlu diketahui seberapa banyak yang terlibat langsung dalam gerakan tersebut? Kemudian yang mengaku mendukung gerakan 212, preferensi politik untuk pemilihan presiden mereka ke mana?” ulasnya.

Pada survei SMRC, 31 Juli-11 Agustus 2023, terdapat 44 persen publik yang tahu atau pernah mendengar gerakan atau aksi bela Islam 212 dan yang tidak tahu 56 persen.

“Gerakan ini cukup populer, dalam pengertian banyak orang yang tahu,” jelas Saiful.

Dari 44 persen yang tahu, sebanyak 38 persen yang setuju atau mendukung gerakan atau aksi 212 tersebut. Yang tidak setuju atau tidak mendukung 52 persen dan tidak jawab 10 persen. Sementara dari yang tahu, sebanyak 4 persen yang menyatakan pernah datang atau ikut serta dalam aksi 212 tersebut, 92 persen tidak ikut, dan 3 persen tidak menjawab.


Saiful menyatakan bahwa publik yang mendukung gerakan ini cukup banyak, sekitar 16 sampai 17 persen populasi atau sekitar 30 - 35an juta orang. Karena itu, menurut Saiful, kalau ada klaim bahwa gerakan ini besar dan mewakili jumlah masyarakat yang besar, hal itu beralasan.

Sementara yang mengaku ikut langsung gerakan ini hanya 4 persen dari yang tahu. Hal itu, menurut Saiful, adalah wajar.

”Orang yang mau mengambil resiko turun ke jalan memang biasanya tidak banyak. Namun angka 4 persen dari 44 persen populasi ini juga sudah sangat besar, sekitar 2 jutaan orang,” ungkapnya.

“Itu kekuatan yang, menurut saya, besar. Dan saya kira belum ada demo yang sebesar itu, kecuali demonstrasi untuk menjatuhkan Soeharto dan itu pun berbahaya demonya ketika itu. Sementara demo 212 relatif tertib. Kalau ada klaim demo 212 itu diikuti dua jutaan orang, itu masuk akal,” jelasnya lagi  

Mereka yang mendukung gerakan 212 tersebut preferensi calon presidennya siapa? Dari yang tahu gerakan 212, 26 persen memilih Anies, 35 persen Ganjar, 32 persen Prabowo, dan tidak jawab 7 persen. Sementara yang tidak tahu gerakan tersebut, 16 persen memilih Anies, 36 persen Ganjar, 35 persen Prabowo, dan tidak jawab 13 persen. Saiful menjelaskan bahwa dalam hal tahu atau tidak tahu gerakan 212, variabel ini tidak punya efek pada pilihan presiden.

“Faktor tahu terhadap gerakan 212 tidak berpengaruh pada pilihan presiden,” kata Saiful.

Sementara dari yang setuju atau mendukung gerakan 212, 42 persen mendukung Anies, 35 persen mendukung Prabowo, hanya 18 persen memilih Ganjar, dan masih ada 4 persen tidak menjawab. Sebaliknya, dari yang tidak mendukung gerakan tersebut, 51 persen mendukung Ganjar, 30 persen Prabowo, hanya 14 persen Anies, dan masih ada 5 persen yang tidak jawab.

Pola yang serupa terjadi pada yang pernah ikut gerakan 212, 43 persen mendukung Anies, 35 persen Prabowo, hanya 16 persen memilih Ganjar, dan masih ada 6 persen yang tidak jawab. Sedangkan dari yang tahu tapi tidak pernah ikut gerakan tersebut, 37 persen memilih Ganjar, 32 persen Prabowo, 25 persen Anies, dan masih ada 6 persen yang belum menjawab.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya