Berita

Para Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan petinggi Parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, pada Rabu (20/9)/Ist

Politik

Bentuk Pokja Konten Kampanye Prabowo, KIM Angkat 4 Isu Krusial

RABU, 20 SEPTEMBER 2023 | 23:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Para Sekretaris Jenderal (Sekjen) Parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) menggelar pertemuan yang dilangsungkan di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (20/9).

Pertemuan yang dihadiri Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi, Sekjen PBB Afriansyah Noor, Waketum PAN Yandri Susanto, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, dan Waketum Gelora Fahri Hamzah itu menghasilkan hal krusial.

Yakni, disepakatinya pembentukan kelompok kerja untuk konten kampanye bakal capres Prabowo Subianto.


Sekjen Partai Golkar Lodewijk F. Paulus menuturkan, konten yang dibuat akan menyesuaikan dengan kondisi mutakhir yang dihadapi bangsa Indonesia.

"Konten itu tentunya harus relevan, jadi kondisi kekinian bangsa Indonesia harus tergambarkan dalam konten tersebut. Konten yang kita akan sampaikan harus bernilai, nilai jual, nilai penerimaan dari konstituen," kata Lodewijk.

Dia mengurai, setidaknya ada empat pokja konten yang telah disepakati untuk dibentuk.

Pertama, terkait bidang ekonomi untuk melihat kondisi global yang penuh ketidakpastian.
 
Kedua, masalah politik dan hukum. Ketiga masalah kesejahteraan rakyat. Serta keempat masalah pertahanan, keamanan, dan hubungan luar negeri.

Nantinya, kata Wakil Ketua DPR RI ini, tiap partai yang tergabung dari KIM mengirimkan anggotanya sesuai bidang masing-masing.

"Ini rencana pembagian pokja yang tentunya oleh tim pakar dari Pak Prabowo akan dikomunikasikan. Apabila Pak Prabowo setuju, maka kami akan segera membuat pokja pokja itu," tuturnya.

Dengan konten yang dibuat tersebut, Lodewijk meyakini apa yang ditawarkan oleh Prabowo untuk merebut hati dan pikiran rakyat Indonesia bisa tercapai.

"Untuk bagaimana memilih Pak Prabowo dengan Insya Allah dengan pasangannya sebagai presiden masa bakti 2024-2029 nanti," tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya