Berita

Presiden Joko Widodo di acara Kokam Muhammadiyah di Solo/Ist

Politik

Jokowi: Masyarakat Tak Boleh Terbelah karena Pemilu

RABU, 20 SEPTEMBER 2023 | 22:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden RI Joko Widodo mengajak keluarga besar Muhammadiyah bersama pemerintah mewujudkan pemilihan umum (Pemilu) damai pada 2024 mendatang.

Harapan itu disampaikan Jokowi, pada Apel Akbar Pasukan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), di Stadion Manahan Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (20/9).

“Saya mengharapkan dukungan keluarga besar Muhammadiyah untuk menjaga Pemilu yang damai, dan menjaga keberlanjutan pembangunan untuk Indonesia maju yang kita cita-citakan,” kata presiden.


Kepala negara meyakini bangsa Indonesia telah dewasa dalam berdemokrasi, dan siap menyongsong Pemilu serentak 2024. Namun dia tidak memungkiri adanya potensi ketegangan dalam agenda besar itu.

“Potensi risiko akan tetap ada, potensi ketegangan juga tetap ada, di sinilah peran dan kontribusi organisasi sukarelawan, organisasi pemuda, seperti Kokam Muhammadiyah, sangat diperlukan,” ucapnya.

Presiden juga mengatakan, perbedaan pilihan, adu argumentasi, serta menang dan kalah merupakan hal wajar dalam pesta demokrasi. Namun hal itu tak boleh mengurangi semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Masyarakat tidak boleh terbelah karena Pemilu. Kedamaian juga tidak boleh koyak karena Pemilu," tegasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya