Berita

Prabowo Subianto dan Erick Thohir/Net

Politik

Elektabilitas Lebih Baik Daripada Gibran, Modal Erick Dampingi Prabowo di Pilpres 2024

RABU, 20 SEPTEMBER 2023 | 19:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Modal elektoral dan jejaring yang luas, bisa menjadi pertimbangan bakal calon presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto, untuk meminang Menteri BUMN Erick Thohir menjadi bakal calon wakil presiden.

Dilihat dari berbagai survei, kata Direktur Executive Partner Politik Indonesia, AB. Solissa, modal elektoral yang dimiliki Erick Thohir unggul dari tokoh potensial cawapres lainnya.

"Erick Thohir lebih berpeluang sebagai cawapres untuk Prabowo, bahkan dibandingkan Ridwan Kamil," kata Solissa kepada wartawan, Rabu (20/9).


Solissa mengutip hasil survei Politika Research and Consulting (PRC) periode September 2023, yang menempatkan Erick Thohir punya elektoral 16,8 persen.

Erick unggul dari kandidat cawapres lainnya seperti mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (16,4 persen), Ketua PKB Muhaimin Iskandar (15,4 persen), Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno (12,6 persen), dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka (10,8 persen).

Modal elektoral itu, kata Solissa lagi, lebih menjanjikan jika disandingkan dengan jejaring yang dimiliki Erick Thohir.

Contoh yang bisa diambil, lanjutnya, Erick yang juga mantan Presiden Inter Milan mampu mentransformasi PSSI dengan jejaringnya di dunia internasional.

"Erick Thohir juga memiliki kinerja dan prestasi yang baik dalam bekerja di pemerintahan. Tentu  posisi ini membuka peluang untuk Erick sebagai cawapres," pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya