Berita

Prabowo Subianto saat tampil di acara Mata Najwa, di Kampus Universitas Gadjah Mada/Ist

Politik

Di Kampus UGM, Prabowo: Pak Jokowi Bangun Landasan Solid

SELASA, 19 SEPTEMBER 2023 | 22:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bakal Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, menegaskan, capaian kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari sektor ekonomi diarahkan untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.

Menurut dia, kepala negara telah meletakkan fondasi pembangunan Indonesia.

“Saudara-saudara, apa yang sudah dicapai Pak Jokowi, pemerintahan ini telah membangun landasan yang solid,” ungkap Prabowo, dalam acara Mata Najwa bertajuk “3 Bacapres Bicara Gagasan”, disiarkan dari Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa malam (19/9).


Meski banyak pencapaian, Prabowo mengakui masih ada ketimpangan yang masih perlu diselesaikan ke depannya.

“Ini adalah keberhasilan yang patut kita syukuri. Kita masih belum puas, kita perlu ada pemerataan yang lebih adil. Tapi capaian ini adalah pondasi,” tegas Menteri Pertahan RI itu.

Awalnya Prabowo mengurai visi "Indonesia Emas 2045". Menurutnya, Indonesia Emas antara lain mengacu pada produksi nasional atau produk domestik bruto (PDB) yang saat ini mencapai 1,3 triliun Dolar AS.

“Tahun 2023 ini saya baru dapat laporan, kita sudah mencapai 1,4 triliun Dolar AS,” katanya.

Menurutnya, target yang diincar hingga 2045 adalah 9,8 triliun Dolar AS, yang merupakan lonjakan signifikan dari angka saat ini.

Saat ini, lanjut dia, Indonesia berada di peringkat 16 dari negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia, namun pemerintah berambisi menduduki peringkat 5.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menegaskan, pertumbuhan ekonomi sebesar minimal 6 persen hingga 7 persen setiap tahun menjadi kunci mencapai visi itu.

“Itu adalah target,” tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya