Berita

Pertemuan elite Partai Demokrat dengan anggota Koalisi Indonesia Maju, Minggu (17/9)/Ist

Politik

Gabung ke KIM, Demokrat Harus Lentur Mainkan Narasi Oposisi

SELASA, 19 SEPTEMBER 2023 | 12:41 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Partai Demokrat harus bisa lentur dalam memainkan narasi oposisi bila akhirnya resmi bergabung dengan poros pendukung bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto atau Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres 2024.

Pasalnya, mayoritas anggota KIM merupakan pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Seperti Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, dan Partai Gerindra.

Sehingga, dalam pandangan analis politik, Arifki Chaniago, sejumlah kader Demokrat juga harus mengubah tagline kampanye yang sebelumnya dikenal sebagai aktor perubahan dan perbaikan.


"Partai Demokrat harus lebih lentur lagi memainkan narasi perubahan dan perbaikan," kata Direktur Eksekutif Aljabar Strategic ini di Jakarta, Selasa (19/9).

Hal ini dilakukan bukan hanya untuk menghindari munculnya resistensi terhadap kampanye Prabowo, tetapi juga pendukung Jokowi yang berada belakang di Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Arifki pun meminta, para kader Demokrat yang selama ini vokal menyuarakan suara oposisi agar mulai berubah.

"Ini dilema politik Partai Demokrat pascakeluar dari Koalisi Perubahan. Pilihan Demokrat dukung Prabowo lebih strategis, daripada ke Ganjar," kata Arifki.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono menyambangi bakal calon presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Hambalang, Bogor pada Minggu sore (17/9).

Pertemuan itu menjadi pintu pembuka bagi Demokrat bergabung ke koalisi partai pengusung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya