Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Entrepreneur dan Rumah Tangga Produsen Tenaga Kerja

SELASA, 19 SEPTEMBER 2023 | 10:32 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

PROPORSI pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 5,29 persen dan 7,51 persen pada Triwulan I dan II tahun 2023 dalam distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) menurut pengeluaran sebagai proxy dari kinerja birokrat.

Artinya, potensi menggerakkan perekonomian nasional itu, pemerintah terutama difungsikan sebagai regulator, sedangkan peran lainnya sebagai pelaku ekonomi berada pada proporsi pengeluaran konsumsi rumah tangga yang sebesar 52,88 persen dan 53,31 persen pada periode analisis yang sama.

Rumah tangga sebagai representasi dari produsen yang memproduksi tenaga kerja, yang merangkap sebagai konsumen faktor-faktor produksi. Selanjutnya peran investor terhadap PDB 2023 sebagai entrepreneur dari proxy pembentukan modal tetap bruto sebesar 29,11 persen dan 27,90 persen.


Kemudian entrepreneur yang melakukan kegiatan usaha ekspor dan impor mempunyai kontribusi sebesar 22,96 persen dan 20,25 persen maupun 19,83 persen dan 18,54 persen. Dengan demikian, entrepreneur secara agregat mempunyai peran sebesar 52,07 persen dan 48,15 persen dalam berkontribusi terhadap PDB.

Persoalannya adalah oligarki sebagaimana identifikasi dari Aristoteles, yang dikonotasikan sebagai representasi orang-orang kaya, kemudian secara status sosial di Indonesia terkesan dijadikan sebagai sasaran dalang dari segala persoalan.

Entrepreneur yang populasinya amat sangat sedikit dibandingkan rumah tangga pada umumnya. Kemudian entrepreneur, yang berkolaborasi sebagai pejabat (birokrat), bahkan perangkapan peran sebagai pejabat dan pengusaha (peng-peng), atau sebagai orang kaya (oligarki) versi Aristoteles, itu acapkali dimusuhi.

Minimal entrepreneur diprovokasi untuk senantiasa disudutkan dan dikritisi dari sudut pandang kepentingan para pegiat penjaga keselarasan dan keharmonisan perilaku kesejahteraan sosial. Tentu saja itu berlaku untuk klasifikasi khusus terhadap entrepreneur “hitam kelam”.

Pangkal persoalan sebenarnya berasal dari sangat sulitnya birokrat melakukan transformasi dari rumah tangga penghasil faktor-faktor produksi kelas pekerja berubah menjadi entrepreneur secara masif dan melimpah ruah. Yang terjadi adalah terkesan terkonstruksikan suasana pertentangan antara kelas entrepreneur dengan rumah tangga kelas pekerja (buruh).

Persepsi seperti itu muncul dalam setiap aksi sejuta buruh dan Parpol Buruh dalam menolak UU 6/2023 tentang Cipta Kerja dan UU 17/2023 Kesehatan. Juga terkesan pada kasus Pulau Rempang sebagai lokasi pengembangan proyek strategis pilihan pemerintah, kemudian terkonstruksikan bahwa pemerintah lebih berpihak kepada kepentingan entrepreneur, sebagai investor.

Bahkan terpropaganda bahwa investor asing menuntun pemerintah untuk menggusur, atau menata pemukiman penduduk asal dan pendatang di Pulau Rempang.

Pemerintah, yang mempraktikkan UU 2/2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum, kemudian pemerintah terkesan terpropagandakan sebagai “kaki tangan” dari konspirasi entrepreneur dalam negeri dan asing. Bukan hanya di Pulau Rempang.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya