Berita

Siswa SD Pulau Rempang menyelamatkan diri dari bentrokan/Net

Politik

Bentrok Pulau Rempang, Pemerintah Bertanggung Jawab Pulihkan Mental Anak-Anak

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2023 | 13:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah harus menghentikan segala upaya tindakan represif kepada masyarakat di Pulau Rempang. Bukan hanya melukai hati masyarakat, tindakan ini juga membuat anak-anak trauma.

Tokoh Perempuan Provinsi Kepulauan Riau yang juga Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepulauan Riau, Suryani, mengaku prihatin atas peristiwa yang terjadi ini.

"Dengan banyaknya anak-anak yang terdampak gas air mata, itu akan meninggalkan trauma bagi anak dan pemerintah harus bertanggung jawab dalam memulihkan mental anak-anak di Rempang ini," kata Suryani, lewat keterangan tertulisnya, Minggu (10/9).


Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Kepulauan Riau ini mengatakan, aparat di lapangan harus memahami kondisi lapangan sebelum bertindak.

"Petugas harus tahu apakah ada sekolah di sekitar konflik. Jika ada, maka evakuasi terlebih dahulu anak-anak tersebut atau tidak ada tembakan gas air mata, karena nanti anak-anak akan terdampak," ujar wanita yang aktif sebagai konselor keluarga ini.

Suryani juga meminta evaluasi petugas secara menyeluruh dalam penanganan lahan Proyek Strategi Nasional (PSN) untuk menjadikan Rempang Eco City ini.

"Sekali lagi saya tidak menolak investasi. Tetapi jangan sampai ada masyarakat yang merasa dirugikan dalam pengembangan kawasan ini. Khususnya bagi masyarakat pesisir yang sudah berpuluh-puluh tahun berada di sana," tukas Suryani.

Warga setempat mendapat perlakukan represif aparat gabungan Polri dan Korps Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia (TNI AL) dalam insiden penolakan relokasi di Pulau Rempang, Batam, pada Kamis (7/9). Bahkan, akibat bentrokan ini sejumlah anak sekolah dasar (SD) dilarikan ke posko-posko medis karena terkena gas air mata.

Warga melakukan aksi penolakan relokasi dan penggusuran terhadap kelompok masyarakat adat Kampung Melayu Tua di Pulau Rempang. Program Strategis Nasional Kawasan Rempang Eco-City seolah telah menggusur mereka yang sudah menempati tanah adat Melayu Tua itu sejak 1834 silam.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya