Berita

Politikus senior Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin/Net

Politik

Cak Imin Janjikan BBM Gratis jika Menang Pilpres, Demokrat: Buatlah Janji yang Realistis

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2023 | 09:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Janji menggratiskan bahan bakar minyak (BBM) yang dilontarkan Bacawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin jika menang Pilpres 2024 dianggap sebagian masyarakat hanya isapan jempol belaka.

Politikus senior Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin bahkan menilai janji Cak Imin itu hanyalah khayalan saja.

"Janji BBM gratis, ibarat janji politisi ingin bangun jembatan, padahal sesungguhnya sungainya tidak ada," kata Didi kepada wartawan, Minggu (10/9).


Menurutnya, masyarakat sudah bosan dengan janji para politisi yang kerap tidak dipenuhi. Oleh sebab itu, dia meminta agar membuat janji kepada masyarakat yang realistis.

"Masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji surga. Buatlah janji yang realistis. Sejatinya hari ini masyarakat perlu sarana pendidikan, kesehatan dan juga harga-harga kebutuhan hidup yang lebih terjangkau," kata Didi.

Didi menilai, janji menggratiskan BBM sangat membodohi rakyat.

"Janji-janji muluk, seperti janji gratiskan BBM sama saja berusaha melakukan pembodohan terhadap rakyat. Rakyat Indonesia sudah pintar. Pasti akan tertawa jika tetap janji buat jembatan, padahal sungainya tidak ada," ujar Didi.

Didi mengatakan, slogan perubahan untuk perbaikan tentu bermakna yang realistis. Program pemerintah yang baik perlu dilanjutkan pemerintah setelah kepemimpinan Jokowi.

"Apa-apa yang sudah baik oleh pemerintah sebelumnya harus dilanjutkan. Tetapi apa-apa yang masih buruk tentu harus dikritisi untuk diperbaiki dan berikan solusinya,"demikian Didi.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya