Berita

Perkebunan sawit di Indonesia/Net

Nusantara

Peremajaan Kunci Menggenjot Produktivitas Sawit Rakyat

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2023 | 14:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Industri kelapa sawit sebagai salah satu penyokong terbesar nilai ekspor dalam negeri masih menyisakan tantangan, khususnya bagi petani dengan lahan kurang dari 4 hektare.

Para petani kerap menghadapi kendala, seperti produktivitas yang rendah dan isu lingkungan.

Ketua Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS), Dono Boestami memaparkan hasil analisis Yayasan Penelitian Inovasi Bumi (Inobu, profil petani sawit dengan lahan kurang dari 4 hektare sudah menekuni usahanya sekitar 10 tahun.


Meski menopang kehidupan sehari-hari, produktivitas kebun petani sawit ini masih rendah, yakni pada kisaran 2-3 ton per hektare per tahun.

Hal ini jauh berbeda dengan produksi perkebunan swasta yang mencapai 5-6 ton per hektare per tahun.

"Persoalan utama adalah usia pohon sudah tua, rata-rata di atas 25 tahun. Di sisi lain, perkebunan rakyat cenderung menggunakan benih kualitas kurang baik dan belum menerapkan prinsip pertanian yang baik," kata Dono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/9).

Rendahnya produktivitas kebun, kata dia, jelas berpengaruh terhadap pendapatan petani yang akhirnya berujung pada tingkat kesejahteraan keluarga.

"Untuk meningkatkan pendapatan petani, terdapat risiko para petani melakukan perluasan kebun dengan melakukan land clearing secara ilegal. Imbasnya terjadi perubahan fungsi lahan dan hutan secara tidak terkendali,” jelas Dono.

Melihat fakta di lapangan, Dono menilai pentingnya intervensi pemerintah terhadap petani sawit. Salah satunya program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang digulirkan pemerintah sejak tahun 2017.

Program ini bertujuan untuk meremajakan perkebunan kelapa sawit yang dimiliki petani kecil, guna meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

"Program PSR inisiatif Presiden Jokowi dengan tujuan sederhana namun dalam, yaitu meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit milik petani kecil melalui peremajaan pohon," lanjutnya.

Untuk mencapai tujuan ini, program PSR dibangun di atas empat pilar utama, yakni legalitas kepemilikan lahan, keberlanjutan, sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO), serta peningkatan produktivitas.

“Pendekatan perbaikan produktivitas melalui peremajaan juga dipandang cukup efektif sebagai strategi pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia,” imbuhnya.

Namun tidak dipungkiri, pelaksanaan program PSR menghadapi beberapa tantangan dalam praktiknya, salah satunya berkaitan pencapaian target.

Selama periode tahun 2016 hingga 2022, jelas Dono, realisasi subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk PSR mencapai jumlah yang signifikan, yaitu Rp7,5 triliun.

"Dari alokasi dana subsidi tersebut, sejumlah rekomendasi teknis untuk program PSR sebanyak 278 ribu hektare telah dihasilkan, namun realisasi lapangan baru mencakup 2.73 ribu hektare,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya