Berita

Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali resmikan KRI Marlin-877 di Batam, Kamis (7/9)/Ist

Pertahanan

Diproduksi di Dalam Negeri, KRI Marlin-877 Perkuat Operasi Kamla di Perairan Makassar

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2023 | 14:31 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

TNI Angkatan Laut (AL) memiliki kapal baru yakni Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis Patroli Cepat (PC) 60 M dan diberi nama KRI Marlin-877.

Uniknya, kapal ini merupakan hasil karya putra-putri bangsa yang dibangun PT Palindo Marine, Batam, Kepulauan Riau.

Keberadaan KRI Marlin-877 merupakan strategi efektif dan efisien untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas Operasi Keamanan Laut (Opskamla) dalam rangka mendukung program pemerintah. TNI AL harus memicu dan memacu kemampuan industri strategis pertahanan nasional.


Pemberian nama Marlin pada kapal ini memiliki arti filosofis dalam bahasa Yunani disebut dengan Makaira yang bermakna “pedang”.

Selain mendapatkan julukan perenang laut yang cepat, ikan Marlin juga memiliki kemampuan melompat ke permukaan air mencapai 10 hingga 20 meter dan mampu bermigrasi ratusan hingga ribuan mil, kemampuan fisiologis tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan nama kapal.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyebut KRI Marlin-877 telah sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/222/II/2023 tanggal 28 Februari 2023 yang nantinya akan memperkuat jajaran Satuan Patroli Lantamal VI Makassar.

"Melalui penamaan ini, diharapkan para pengawak kapal akan memiliki semangat dalam menunaikan setiap tugas untuk menjaga keamanan dan pertahanan negara di laut. Selanjutnya KRI Marlin-877 akan memperkuat jajaran satuan kapal patroli Lantamal VI Makassar," kata Ali dalam peresmian di Galangan Kapal PT. Palindo Marine, Batam, Kamis (7/9).

Secara detail, KRI Marlin-877 memiliki spesifikasi teknis yaitu panjang 60 Meter, lebar 8,10 Meter, tinggi 4,85 Meter, draught 2,8 Meter, displacement 520 Ton, kecepatan maksimum 24 Knots, kecepatan jelajah 17 Knots, kecepatan ekonomis 15 Knots, endurance 5 hari dan pengawak 50 personel.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya