Berita

Mendag Zulkifli Hasan didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono (kiri) saat memimpin Delegasi Indonesia pada Retreat Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Minggu (3/9)/Ist

Politik

Pertemuan ke-23 Dewan MEA, Mendag: Visi 2045 Tentukan Arah Perkembangan ASEAN

SENIN, 04 SEPTEMBER 2023 | 01:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memimpin Delegasi Indonesia pada Retreat Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) Council yang berlangsung di Jakarta, Minggu (3/9).

Selanjutnya, pada Pertemuan Pleno ke-23 Dewan MEA, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga yang memimpin Delegasi Indonesia.

Pertemuan Dewan MEA ini sendiri dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan diikuti para Menteri Ekonomi dari seluruh negara ASEAN. Termasuk dari Timor Leste yang hadir sebagai Pengamat.


Sehari sebelumnya, para Pejabat Ekonomi Senior (SEOM) ASEAN telah bertemu untuk mempersiapkan pertemuan Dewan MEA. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan ke-43 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  ASEAN yang dilaksanakan di Jakarta pada awal September 2023.

“Cetak Biru MEA yang dilaksanakan saat ini ditargetkan dapat terpenuhi pada 2025. Selanjutnya, Dewan MEA  harus merumuskan arah visi ASEAN pasca-2025 yang mencerminkan tekad menjadi kawasan tahan terhadap   disrupsi, inovatif, dinamis, dengan orientasi yang berpusat pada masyarakat ASEAN," ucap Mendag Zulkifli Hasan, Minggu (3/9).

Sementara pada Pertemuan Pleno, Wamendag Jerry menyampaikan apresiasi dukungan negara-negara anggota ASEAN atas penyelesaian 11 dari 16 Capaian Prioritas Ekonomi (Priority Economic Deliverables/PED) di bawah Keketuaan Indonesia, baik secara penuh maupun substansial.

"Kami berterima kasih dan mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada para Negara Anggota ASEAN lain atas dukungannya terhadap selesainya PED tersebut," kata Wamendag Jerry.

Jerry mengungkapkan, ASEAN telah mengadopsi Deklarasi Menteri untuk Inisiatif Berbasis Proyek Industri di ASEAN.

“Selain itu, kami juga mengesahkan empat dokumen yang sangat penting. Yaitu Deklarasi Pemimpin ASEAN terkait Penguatan Ketahanan Pangan dan  Gizi  dalam Menanggapi Krisis, Pernyataan Para Pemimpin ASEAN untuk Pengembangan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (ASEAN DEFA), Kerangka Kerja Ekonomi Biru ASEAN, serta Deklarasi Bersama untuk Keberlanjutan Ketahanan Energi melalui Interkonektivitas," papar Jerry.

Jerry menambahkan, para Menteri Ekonomi ASEAN juga mendorong agar lima capaian di pilar ekonomi yang belum tercapai bisa diselesaikan pada akhir tahun ini. Selain itu, para menteri perlu mendiskusikan berbagai isu cross-cutting dan isu-isu baru yang saat ini menjadi tantangan global.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memantapkan strategi ASEAN ke depan. Khususnya, dalam  menghadapi situasi global yang tidak menentu seperti isu netralitas karbon, inisiatif untuk ekonomi sirkular, dan perkembangan kendaraan listrik,” pungkas Jerry.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya