Berita

Presiden Joko Widodo bersama Ketua PSSI Erick Thohir, dan Menhan Prabowo Subianto di Stadion Utama GBK/Net

Politik

Tidak Ada Instruksi dari Jokowi Agar Erick Thohir Maju Cawapres

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2023 | 13:21 WIB | LAPORAN: TIM RMOL.ID

Jagat politik nasional cenderung memanas mendekati pendaftaran bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden yang diusung oleh partai politik atau gabungan dari partai-partai politik.

PDIP yang memenangkan dua pemilu terakhir, 2014 dan 2019, menjadi satu-satunya partai yang bisa mendaftarkan capresnya sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Kecuali ada 'keajaiban', di saat-saat genting ini PDIP tampaknya tetap mengusung Ganjar Pranowo sebagai capresnya.

Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, menjadi bacapres lain dari kubu Koalisi Indonesia Maju. KIM menjadi identitas baru dari KKIR, akronim dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang tadinya dibesut Gerindra dan PKB.


Setelah Golkar dan PAN bergabung, Prabowo mengganti KKIR dengan KIM, yang jelas merujuk pada Kabinet Indonesia Maju dari pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin. Prabowo ingin menegaskan bahwa jika terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2024 mendatang, maka kebijakan pemerintahannya identik dengan yang sekarang ini.

Dari dinamika yang terjadi belakangan ini, hanya di PDIP yang interaksinya relatif landai. Partai berlambang moncong banteng putih itu masih berjuang mencari atau mendapatkan calon pendamping Ganjar Pranowo tanpa keriuhan berarti.

Atmosfer berbeda melingkupi KIM dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP, yang diinisiasi oleh Nasdem, Demokrat, dan PKS. Jagat politik nasional dikejutkan dengan kabar hengkangnya PKB dari KIB, menyusul kesediaan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi bacawapres dari Anies Rasyid Baswedan yang sejak awal diusung KPP.

Jika kabar hengkangnya Cak Imin dari KIM disambut relatif datar saja oleh para petinggi KIM, seperti Prabowo dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto, tidak demikian halnya dari kubu KPP.

Demokrat, yang sedari awal gigih mendukung KPP karena konsideran dengan tekad mereka menempatkan Agus Harimurti Yudhoyono, ketua umumnya, sebagai bacawapres Anies Baswedan, langsung kebakaran jenggot.

Beberapa petinggi partai berlambang Mercy sudah langsung mengisyaratkan kemungkinan hengkang dari KPP. Mereka merasa dikhianati Nasdem dan Anies Baswedan.

Dua hari terakhir beredar isu mengenai kemungkinan Demokrat mengalihkan dukungannya ke KIM. Jika itu benar-benar terjadi, otomatis KPP bubar, dan rencana pengusungan Anies Baswedan sebagai bacapres ambyar karena hanya dengan dukungan dua partai saja (Nasdem dan PKS), tidak tercapai Presidential Threshold (PT) 20 persen sebagai syarat minimal pengusungan pasangan capres dan cawapres.
 
Pencarian bacawapres pada akhirnya memang menjadi penyebab dari kian memanasnya suhu politik sekarang ini. Cak Imin terus bergerilya. Setelah melihat tipis kemungkinannya menjadi pendamping dari Prabowo Subianto dari KIM, Ketua Umum PKB itu diam-diam mendekati Nasdem dan memadu janji dengan Surya Paloh.

Cak Imin tampaknya juga jeli mencermati situasi kebatinan dari Presiden Jokowi, yang sepertinya tidak terlalu memperhatikannya. Lingkaran dalam Istana menyebutkan, Jokowi tengah serius mempertimbangkan beberapa figur yang diusulkan menjadi cawapres untuk berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Nah, menurut bisik-bisik dari kalangan dalam Istana, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sekarang ini menjadi sosok yang paling dipertimbangkan oleh Jokowi untuk menjadi pendamping Prabowo.

Simak misalnya pernyataan dari Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo),  Budi Arie Setiadi. Dia mengisyaratkan, dari beberapa nama yang dipertimbangkan oleh Jokowi, Airlangga Hartarto menjadi nama yang paling disarankan Jokowi untuk menjadi pendamping Prabowo pada Pilpres 2024 mendatang.

Budi Arie Setiadi juga menampik jika kabar jika Jokowi telah memilih Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendampingi Prabowo.

Dia menegaskan, Erick Thohir masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Intinya, Erick Thohir masih dibutuhkan di BUMN.

Pernyataan Budi Arie Setiadi yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika itu sejalan dengan penegasan yang diberikan Erick Thohir jauh-jauh hari. Erick Thohir mengeklaim, tidak pernah ada instruksi dari Jokowi agar ia maju sebagai bacawapres.

Erick Thohir mengakui, Jokowi selama ini hanya memberikan tugas-tugas kepadanya sebagai Menteri BUMN maupun ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Pak Presiden belum pernah menginstruksikan, yang pasti Pak Presiden bicara ya selalu penugasan," kata Erick Thohir berulangkali kepada media.

Erick Thohir juga tidak mau berandai-andai mengenai pengaruh Jokowi terhadap PAN yang kini getol mendorongnya untuk maju jadi cawapres. Ia meyakini, sikap PAN tersebut murni bagian dari dinamika di masing-masing partai politik.

"Kan dinamika daripada masing-masing partai, seperti PPP membawa Pak Sandi sahabat saya, atau Golkar membawa Pak Airlangga, ya itu kan dinamika yang di partai," ujar Erick.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya