Berita

Rudal Kalibr diluncurkan oleh kapal selam Rusia. Rudal Kalibr Moskow telah bertambah 81 menjadi 140 sejak Januari 2023/Net.

Dunia

Rusia Siapkan Serangan Besar ke Ukraina Bulan Depan

RABU, 30 AGUSTUS 2023 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia sedang mengurangi serangan rudal jarak jauh demi mempersiapkan serangan besar.

Intelijen Ukraina mengungkapkan hal itu, menambahkan bahwa serangan besar itu dimaksudkan untuk menghancurkan infrastruktur Ukraina dan akan dilakukan mulai bulan depan.

Mayor Jenderal Vadym Skibitskyi, wakil kepala Direktorat Intelijen Militer, atau GUR, mengatakan para perencana Moskow juga dengan cermat mengumpulkan informasi intelijen mengenai sistem pertahanan rudal Ukraina agar rudal jelajah mereka dapat melewatinya.


"Meskipun ada sanksi ketat terhadap impor teknologi, Rusia masih mampu memproduksi sekitar 100 rudal segala jenis dalam sebulan," kata Skibitskyi, seperti dikutip dari The National, Selasa (29/8).

Dia memperkirakan Rusia memiliki 585 rudal dengan jangkauan lebih dari 500 km, beberapa diluncurkan dari pesawat dan lainnya dari kapal di Laut Hitam.

Intelijen Ukraina juga mempercayai bahwa bahwa Rusia akan menggunakan persenjataannya untuk menyerang infrastruktur penting pada musim gugur ini meskipun mereka tidak memiliki cukup rudal untuk menyerang seperti yang dilakukan pada musim dingin lalu.

“Serangan besar-besaran seperti yang terjadi pada bulan Oktober, November dan Desember lalu, ketika Rusia meluncurkan 70 hingga 100 rudal sekaligus, kemungkinan besar tidak akan terjadi lagi,” kata Skibitskyi.

“Rusia sadar bahwa mereka mungkin tidak mencapai tujuan mereka, namun sebaliknya, mereka hanya menghabiskan cadangan mereka seperti yang mereka lakukan tahun lalu," katanya.

Menurutnya, Rusia diperkirakan akan mengembangkan taktik baru dengan menggunakan produksi drone kamikaze Shahed rancangan Iran untuk bertindak sebagai pelindung terhadap rudal jelajah yang lebih mematikan.

"Pesawat ini juga meningkatkan kemampuannya untuk mencapai target serta memilih target dengan cermat sambil secara cermat mencari rute penerbangan untuk melewati sistem pertahanan udara Ukraina," kata Skibitskyi.

Dia menduga bahwa Rusia akan menyerang dengan antara 10 hingga 30 rudal, disertai dengan lebih banyak drone Shahed yang dapat mempersulit pertahanan udara Ukraina.

Sejak Mei 2023, Rusia telah melancarkan serangan udara yang hampir terus menerus namun dengan jumlah rudal yang lebih sedikit, sehingga memungkinkan mereka untuk menambah persediaan.

PBB menyatakan setidaknya 9.511 warga sipil telah terbunuh sejak invasi dimulai pada Februari tahun lalu, dan sebagian besar kematian disebabkan oleh serangan udara.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya