Berita

Kadisbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal Sarkomi/Ist

Nusantara

Belanda akan Kembalikan Benda Bersejarah, Disbudpar Sumsel Siap Bantu Pelestarian

SENIN, 28 AGUSTUS 2023 | 06:31 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Rencana pengembalian sebanyak 427 koleksi benda bersejarah yang pernah dijarah oleh Belanda pada masa lalu semakin mendekati pelaksanaannya. Benda-benda tersebut, diprediksi tiba pada akhir Agustus ini. Koleksi benda bersejarah itu akan menjadi bagian penting dalam pemulihan dan pelestarian warisan budaya Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pun telah menyatakan kesiapannya untuk menampung koleksi-koleksi bersejarah berharga tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Aufa Syahrizal Sarkomi mengatakan, mereka tengah menunggu informasi resmi dari pihak Cagar Budaya dan Permuseuman di Jakarta terkait pengembalian koleksi benda-benda bersejarah ini.


Jika ternyata terdapat keterkaitan antara koleksi tersebut dengan Sumsel, pihaknya dengan sepenuh hati siap untuk membantu upaya pelestarian dan penjagaan koleksi tersebut.

"Kami tidak berani untuk bertindak sembarangan dalam hal ini, karena ini adalah hal yang bersifat nasional. Kami akan menunggu arahan resmi dari pihak berwenang, dan jika Cagar Budaya dan Permuseuman Jakarta meminta kerja sama, kami akan siap melibatkan diri sesuai prosedur yang berlaku," ujar Aufa, dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Sabtu (26/8).

Ditanya mengenai kemungkinan koleksi bersejarah ini dikembalikan ke kota Palembang, Aufa dengan tegas menyatakan bahwa museum-museum di wilayah tersebut telah siap sepenuhnya untuk menyambut kepulangan koleksi-koleksi berharga ini.

Dia menegaskan bahwa museum adalah aset berharga negara yang harus dijaga dengan baik. Berbagai langkah keamanan dan perlindungan akan diterapkan, termasuk melakukan penjagaan ketat di ruangan khusus dalam museum.

"Kesiapan kami sangat tinggi. Beberapa di antaranya adalah karya masterpiece yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Kami akan memberikan perlindungan dan pengamanan yang maksimal. Tidak semua orang akan diizinkan masuk ke ruangan khusus ini, untuk memastikan keamanan koleksi-koleksi bersejarah ini," pungkas Aufa.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya