Berita

Politikus PDIP Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin /RMOL

Nusantara

Politikus PDIP Dorong Stakeholder Gotong Royong Biayai Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang

SENIN, 28 AGUSTUS 2023 | 04:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Politikus PDIP Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mendorong pihak terkait untuk bersama dan bergotong-royong membantu biaya operasional Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Museum Prabu Geusan Ulun atau dahulu bernama Keraton Sumedang Larang merupakan museum yang dibangun di bekas kediaman Prabu Geusan Ulun dan berlokasi di Jalan Prabu Geusan Ulun No. 40, Kabupaten Sumedang.

"Pendapatan Museum Prabu Geusan Ulun tidak dapat menutupi biaya operasional, karena museum ini tidak berorientasi memperoleh keuntungan," kata TB Hasanuddin usai bertemu Sri Radya Keraton Sumedang Larang R. H. Ikik Loekman Soemadisoeria di Keraton Sumedang Larang, dikutip Kantor Berita RMOL Jabar, Minggu (27/8).


Anggota Komisi I DPR itu mengatakan setelah melihat kondisi Museum Prabu Geusan Ulun atau Keraton Sumedang Larang, ternyata tidak ada aset-aset yang menghasilkan pemasukan untuk biaya operasional dan pemeliharaan.

Padahal, kata dia, Keraton Sumedang Larang adalah aset nasional yang harus dilestarikan karena merupakan identitas seni dan puseur atau pusat budaya Sunda.

"Terlebih, ada aset-aset Keraton Sumedang Larang yang digunakan oleh Pemda setempat secara gratis. Jadi saya mengimbau pihak-pihak terkait secara bersama dan bergotong-royong mencari solusi terbaik demi kelangsungan hidup Museum Prabu Geusan Ulun ini," bebernya.

Selama ini, kata dia, Keraton Sumedang Larang mendanai seluruh biaya operasional secara mandiri walaupun ngos-ngosan tambal sulam sana-sini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan berbagai kegiatan-kegiatan seni di tempat tersebut.

"Saya berharap negara hadir karena menurut aturan perundang-undangan negara harus menanggung kelangsungan Museum Prabu Geusan Ulun yang notabene merupakan bangunan bersejarah yang tidak boleh dijual, disewakan apalagi digadaikan," tegasnya.

TB Hasanuddin yang merupakan putra asli Talaga Manggung memiliki kekerabatan dengan Keraton Sumedang dan ikatan yang cukup kuat. Dia akan berjuang agar Museum Prabu Geusan Ulun dapat mempercantik diri dan banyak dilirik wisatawan serta pecinta budaya.

"Jadi museum ini jangan hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda purbakala, tetapi juga merupakan satu tujuan wisata pendidikan sejarah dan budaya Kabupaten Sumedang. Di tingkat pusat saya juga akan berkomunikasi dengan Dirjen Kebudayaan dalam rangka pengembangan seni dan budaya agar Museum Prabu Geusan Ulun ini semakin berkembang sehingga dapat meningkatkan PAD," tandasnya.

Nama museum tersebut sendiri diambil dari nama Raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang yakni Prabu Geusan Ulun. Museum yang pertama dibuka pada 11 Maret 1974 tersebut memiliki enam gedung penyimpanan peninggalan sejarah.

Enam gedung tersebut yaitu Gedung Sri Manganti (menerima tamu), Bumi Kaler (rumah dinas bupati), Gendeng (menyimpan pusaka lama), Pusaka, Gamelan dan Gedung Kereta Kencana. Total luasnya 1,8 hektar.

Dalam museum tersebut terdapat empat koleksi kereta kencana yang pernah menjadi kendaraan Kerajaan Sumedang Larang. Satu di antaranya adalah kereta kencana Naga Paksi.

Selain itu, dalam Gedung Gamelan terdapat koleksi gamelan Sari Oneng Parakansalak, Sari Oneng Mataram, Degung Pusaka Sari Arum, dan lainnya.

Sudut lainnya yaitu peninggalan benda-benda pusaka di Gedung Gendeng seperti Makuta Binokasih, keris, pedang dan senjata pada kerajaan Sumedang Larang.

Makuta Binokasih atau Mahkota Kerajaan Pajajaran yang diserahkan kepada Prabu Geusan Ulun disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun oleh para Kandaga Lante Kerajaan Pajajaran sebagai legitimasi untuk meneruskan tirah Siliwangi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya