Berita

Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar (kiri) saat peluncuran KPR BTN Prioritas/Ist

Bisnis

Tingkatkan NOA dan VOA, Bank BTN Luncurkan KPR BTN Prioritas

MINGGU, 27 AGUSTUS 2023 | 18:46 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus berupaya meningkatkan marketshare pembiayaan perumahan, salah satunya dengan meluncurkan KPR BTN Prioritas. Produk terbaru tersebut ditujukan bagi segmen nasabah prioritas dengan nilai lebih dari Rp750 juta.

“KPR BTN Prioritas dimaksudkan menjadi produk cross-selling untuk dapat meningkatkan number of account (NOA) dan volume of account (VOA) baik Funding maupun Lending dengan menyasar nasabah potensial BTN Prioritas,” ujar Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (27/8).

Hirwandi mengatakan, peluncuran KPR BTN Prioritas ini merupakan upaya optimalisasi potensi pembiayaan perumahan terutama untuk segmen Emerging Affluent. Untuk meningkatkan realisasi segmen tersebut diperlukan penambahan channel pemasaran salah satunya nasabah prioritas.


“Salah satu target pada segmen ticket size Rp750 juta merupakan Nasabah Prioritas Bank BTN. Hal ini merupakan salah satu bentuk layanan tambahan Bank BTN kepada nasabah prioritas dalam hal pemberian fasilitas kredit khususnya kredit kepemilikan rumah (KPR),” jelasnya.

Menurut Hirwandi, KPR BTN Prioritas merupakan program baru Bank BTN untuk dapat memberikan layanan lebih kepada nasabah prioritas baik dari sisi funding maupun lending. Nasabah prioritas merupakan nasabah loyal bagi Bank BTN yang diberikan pelayanan prima dari segala segmen.

Dengan suku bunga menarik mulai dari 2,99 persen, bebas biaya proses, bebas biaya appraisal serta tambahan diskon biaya provisi dan administrasi, Hirwandi optimistis KPR BTN Prioritas dapat memenuhi kebutuhan perumahan bagi nasabah prioritas.

Lebih lanjut Hirwandi mengungkapkan, pertumbuhan KPR secara nasional menunjukkan angka yang positif dibandingkan dengan kredit lainnya di perbankan nasional. Sektor perumahan merupakan salah satu sektor yang bertahan dan bertumbuh positif sepanjang pandemi.

“Pertumbuhan ekonomi nasional juga beriringan dengan pertumbuhan harga rumah. Indeks harga rumah dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan hal tersebut, sektor perumahan tentunya menjadi salah satu investasi yang menjanjikan khususnya bagi nasabah priotitas,” paparnya.

Untuk menjaga pertumbuhan sektor perumahan, lanjut Hirwandi, Bank BTN telah bekerjasama dengan developer-developer nasional di seluruh Indonesia yang menyediakan berbagai type rumah idaman sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dia berharap para pengembang yang telah bekerja sama dengan Bank BTN dapat memberikan pelayanan prima kepada nasabah prioritas untuk memilih unit yang sesuai dengan selera dan kebutuhannya.

“Sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan, tentunya Bank BTN telah selektif memilih rekanan serta legalitas dari proyek-proyek tersebut. Ini menjadi nilai positif juga bagi para nasabah prioritas untuk memilih rumah di proyek yang telah bekerjasama dengan Bank BTN,” pungkasnya.

Direktur Distribution & Funding Bank BTN Jasmin menambahkan, seiring dengan semangat baru BTN Prioritas yaitu Defining Your Priority, BTN Prioritas menyadari bahwa untuk meningkatkan customer loyalty, satisfaction dan experience saat ini tidak lagi hanya berfokus pada solusi produk dana saja. Bank BTN juga berorientasi dalam memenuhi kebutuhan nasabah pada segala aspek kebutuhan, seperti memfasilitasi pembiayaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sebagai salah satu pilihan dalam berinvestasi.

"Sejalan dengan visi kami menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada 2025 mendatang. Kami melihat potensi bisnis dan kebutuhan properti di Indonesia khususnya untuk segmentasi Prioritas yang masih cukup menjanjikan, serta dalam rangka leverage produk dan layanan BTN Prioritas, kami menghadirkan KPR BTN Prioritas," katanya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya