Berita

Jet supersonik X-59 yang dikembangkan NASA/Net

Dunia

NASA Kembangkan Jet Supersonik Komersial, Bisa Terbang dari London ke New York Hanya dalam 90 Menit

MINGGU, 27 AGUSTUS 2023 | 12:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, dilaporkan tengah mengembangkan proyek jet supersonik.

Pusat Penelitian Glenn milik NASA mengatakan pihaknya telah menjajaki potensi komersial dari jet supersonik yang bisa melesat dengan kecepatan 1.535 hingga 3.045 mil per jam.

Dimuat ITV, jet ini diproyeksikan dapat membawa penumpang dari London ke New York dalam 1,5 jam.


Saat ini, pesawat maskapai besar dapat terbang dengan kecepatan sekitar 600 mil per jam. Penerbangan rute London-New York rata-rata memakan waktu lebih dari 7 jam.

Selain rute London-New York, NASA juga mempelajari 50 rute lintas samudera yang potensial, mencakup Atlantik Utara dan Pasifik.

Saat ini, Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Barat lainnya melarang penerbangan supersonik melalui darat.

Namun, pada tahun 2016, NASA meluncurkan misi Questst, dengan tujuan memberikan data kepada regulator yang dapat memaksa perubahan peraturan penerbangan darat.

Penelitian ini telah mengarah pada pengembangan jet X-59, yang mampu terbang dengan kecepatan 937 mil per jam pada ketinggian 55.000 kaki, tanpa menimbulkan tingkat kebisingan yang tidak dapat diterima.

Jika uji coba X-59 berhasil, ini bisa menjadi revolusi terbesar dalam perjalanan udara sejak penemuan mesin jet.

“Kami melakukan studi konsep serupa lebih dari satu dekade lalu pada kecepatan Mach 1,6-1,8, dan peta jalan yang dihasilkan membantu memandu upaya penelitian NASA sejak itu, termasuk penelitian yang mengarah ke X-59,” kata manajer Proyek Teknologi Supersonik Komersial NASA, Lori Ozoroski.

Selain jet X-59, sebagai bagian dari fase industrialisasi, NASA membuat kontrak dengan dua perusahaan, yaitu tim dari Boeing dan tim dari Northrop Grumman Aeronautics Systems.

"Setiap tim akan mengembangkan elemen peta jalan yang mencakup badan pesawat, tenaga, propulsi, manajemen termal, dan material komposit yang dapat bertahan dalam kecepatan supersonik tinggi," jelas NASA.

NASA akan membuat keputusan akhir apakah mereka akan melanjutkan penelitiannya setelah fase terbaru selesai.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya