Berita

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Aufa Syahrizal Sarkomi/Ist

Nusantara

Siap Tampung Benda Bersejarah yang Dikembalikan Belanda ke Indonesia, Ini Janji Pemprov Sumsel

MINGGU, 27 AGUSTUS 2023 | 05:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Rencana pengembalian sebanyak 427 koleksi benda bersejarah yang pernah dijarah oleh Belanda pada masa lalu semakin mendekati pelaksanaannya.

Diprediksi tiba pada akhir Agustus ini, koleksi bersejarah ini akan menjadi bagian penting dalam pemulihan dan pelestarian warisan budaya Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pun telah menyatakan kesiapannya untuk menampung koleksi-koleksi bersejarah berharga tersebut.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Aufa Syahrizal Sarkomi mengatakan, mereka tengah menunggu informasi resmi dari pihak Cagar Budaya dan Permuseuman di Jakarta terkait pengembalian koleksi benda-benda bersejarah ini.

Jika ternyata terdapat keterkaitan antara koleksi tersebut dengan Sumsel, pihaknya dengan sepenuh hati siap untuk membantu upaya pelestarian dan penjagaan koleksi tersebut.

"Kami tidak berani untuk bertindak sembarangan dalam hal ini, karena ini adalah hal yang bersifat nasional. Kami akan menunggu arahan resmi dari pihak berwenang, dan jika Cagar Budaya dan Permuseuman Jakarta meminta kerja sama, kami akan siap melibatkan diri sesuai prosedur yang berlaku," ujar Aufa, dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Sabtu (26/8).

Ditanya mengenai kemungkinan koleksi bersejarah ini dikembalikan ke kota Palembang, Aufa dengan tegas menyatakan bahwa museum-museum di wilayah tersebut telah siap sepenuhnya untuk menyambut kepulangan koleksi-koleksi berharga ini.

Ia menegaskan bahwa museum adalah aset berharga negara yang harus dijaga dengan baik. Berbagai langkah keamanan dan perlindungan akan diterapkan, termasuk melakukan penjagaan ketat di ruangan khusus dalam museum.

"Kesiapan kami sangat tinggi. Beberapa di antaranya adalah karya masterpiece yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Kami akan memberikan perlindungan dan pengamanan yang maksimal. Tidak semua orang akan diizinkan masuk ke ruangan khusus ini, untuk memastikan keamanan koleksi-koleksi bersejarah ini," tutup Aufa. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya