Berita

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan ketika mengunjungi Agricultural Products and Livestock Market Committee (APMC) Market di Navi, Mumbai, India pada Rabu, 23 Agustus 2023/Ist

Bisnis

Komitmen Tingkatkan Ekspor Rempah ke India, Indonesia Cari Solusi Hambatan Tarif

KAMIS, 24 AGUSTUS 2023 | 22:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia berkomitmen untuk memperkuat hubungan dagang dengan India. Salah satunya dalam mengekspor rempah.

Komitmen disampaikan oleh Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan ketika mengunjungi Agricultural Products and Livestock Market Committee (APMC) Market di Navi, Mumbai, India pada Rabu (23/8).

APMC Market merupakan pusat perdagangan rempah terbesar di India dan menjadi salah satu yang terbesar di Asia dan dunia. APMC Market memiliki 15.000 perusahaan terdaftar dengan luas kawasan sebesar 77 hektare.


Kunjungan ini dilakukan Mendag Zulkifli Hasan sebelum menghadiri G20 Trade and Investment Ministers’ Meeting (TIMM) di Jaipur, India.

“Indonesia akan terus memperkuat hubungan dagang dengan India, khususnya di sektor perdagangan rempah," kata Mendag Zulkifli.

Mendag mengaku terkejut dengan skala perdagangan rempah di APMC dengan pengelolaannya yang begitu maju.

"Untuk itu, Indonesia harus belajar. Setelah G20 TIMM, saya akan bicara dengan Mendag India Piyush Goyal untuk mencari solusi tentang hambatan-hambatan tarif. Saya minta perwakilan perdagangan India untuk mengawal,” tambah Mendag Zulkifli.

Pada kunjungan ini, Mendag Zulkifli Hasan disambut Direktur Komal Exotic Spices (K Ahuja Foods) Gopaal Ahuja dan Chairman Navi Mumbai Merchant’s Chamber Kirti Rana. Ia didampingi Konjen RI Mumbai Eddy Wardoyo dan Kepala ITPC Chennai Nugroho Priyo Pratomo.

Mendag Zulkifli Hasan juga bertemu para pengusaha rempah India yang tergabung dalam Navi Mumbai Merchant’s Chamber.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya