Berita

PLTN Fukushima Daiichi/Net

Dunia

Tiongkok Kembali Desak Jepang untuk Batalkan Rencana Pembuangan Limbah Nuklir ke Laut

RABU, 23 AGUSTUS 2023 | 14:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menjelang pelepasan air limbah nuklir Fukushima ke laut pada akhir Agustus mendatang, China kembali mendesak Jepang untuk membatalkan rencana tersebut.

Desakan itu dikeluarkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin pada Selasa (22/8), dengan menuding bahwa Jepang telah mengabaikan kekhawatiran yang luas dari komunitas internasional.

“Ini sangat egois dan tidak bertanggung jawab, karena pembuangan akan menyebarkan risiko kontaminasi nuklir ke seluruh dunia, dan dengan demikian, Jepang menempatkan kepentingan egoisnya di atas kesejahteraan jangka panjang seluruh umat manusia. China sangat prihatin dan sangat menentang ini. Kami telah membuat demarkasi serius ke Jepang," tegas Wang.


Berdasarkan laporan yang dimuat People, Rabu (23/8), selama lebih dari dua tahun terakhir, legitimasi, legalitas, dan keamanan terkait rencana pembuangan laut Jepang, telah berulang kali dipertanyakan oleh komunitas internasional.

Namun sampai saat ini, menurut Wang, Jepang belum menangani kekhawatiran tersebut, khususnya terkait keandalan fasilitas pemurnian jangka panjang, keaslian dan keakuratan data air yang terkontaminasi nuklir, hingga efektivitas pengaturan pemantauan limbah.

Menurut Wang, jika air yang terkontaminasi nuklir Fukushima benar-benar aman dan tidak berbahaya, seharusnya Tokyo tidak perlu membuangnya ke laut dan tentu tetap tidak diperkenankan jika terbukti tidak berbahaya.

"Lautan menopang umat manusia. Itu bukan selokan untuk air Jepang yang terkontaminasi nuklir," kata Wang.

China mengecam keputusan untuk mulai melepaskan air yang terkontaminasi nuklir Fukushima ke laut yang diperkirakan akan berlangsung mulai 24 Agustus, dengan meminta Jepang untuk menghentikan kesalahannya, membatalkan rencana pembuangan laut, serta berkomunikasi dengan negara tetangga dengan tulus dan niat baik.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya