Berita

Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) bersama Presiden Jokowi di Medan, Minggu (20/8)/Ist

Politik

Bertemu Satu Jam dengan Jokowi di Medan, OSO: Hanya Guyon, Sesekali Serius

MINGGU, 20 AGUSTUS 2023 | 23:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (20/8). Menurut dia, pertemuan itu sekadar silaturahmi biasa, karena sama-sama sedang berada di Medan dan menginap di hotel yang sama.

"Iya, tadi saya bertemu dengan Bapak Presiden. Kami bicara banyak hal, kurang lebih satu jam. Saya ke Medan untuk senam sehat bersama ribuan kader Partai Hanura, kebetulan beliau juga di Medan, ada kegiatan lain," ujar OSO kepada wartawan di Hotel Adhi Mulya, Medan, Sumut.

Saat ditanya soal agenda dan fokus pembicaraan dalam pertemuan itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Periode 2017-2019 ini malah berkelakar.


"Seperti biasa, kalau saya bertemu Pak Jokowi, kadang guyon, sesekali serius. Tadi, kami juga membahas tentang makanan-makanan yang khas dan enak di Medan," ujarnya sambil tertawa.

Ketika ditanya adakah pembicaraan politik kekinian terkait Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 dan arah dukungan Presiden, OSO mengatakan, tidak ada pembahasan serius. Dia menegaskan, Jokowi sedang fokus bekerja, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab konstitusi.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Presiden Jokowi merupakan orang yang setia dengan para pendukungnya di Pilpres 2019 lalu. Selain itu, lanjut dia, Jokowi juga konsisten dan tegak lurus kepada cita-cita bernegara, untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terkuat di dunia di tahun 2045.

"Kita kan tahu, Presiden Jokowi sangat dicintai rakyat, dan hasil kerjanya dirasakan rakyat. Setiap turun ke daerah, beliau disambut dan dielu-elukan rakyat. Lihat saja tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Pak Jokowi, di atas 80 persen. Itu nggak ada tandingannya, dan tidak pernah terjadi kepada presiden lain di dunia," urai dia.

Karenanya, sambung dia, wajar saja jika ada calon presiden yang mengklaim atau merasa didukung Jokowi. Menurut OSO, klaim kedekatan calon presiden (capres) dengan Jokowi merupakan bagian dari strategi capres tertentu, untuk memenangkan kontestasi demokrasi mendatang.

Tapi, lanjut dia, Jokowi merupakan sosok yang memiliki prinsip, integritas, dan konsisten atas keberlanjutan pembangunan Indonesia.

"Pembangunan multi sektor dan perubahan besar yang telah dilakukan Presiden Jokowi, merupakan warisan dan legacy yang sangat mahal bagi masa depan Indonesia. Artinya, beliau tidak mungkin berpikir mundur," tegas OSO.

Mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini menambahkan, para bakal calon presiden maupun poros koalisi membutuhkan dukungan Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2024. Namun, dia memastikan, Presiden Jokowi merupakan orang yang konsisten dan tidak perlu diragukan kesetiaannya.

"Boleh-boleh saja ada yang merasa sangat dekat, dan mengaku dapat dukungan dari Pak Jokowi. Tapi, apa Pak Jokowi pernah mengucapkannya secara langsung? Seribu persen, saya tidak percaya. Beliau tetap konsisten kok," cetus dia.

Namun, saat ditanya lebih lanjut tentang arah dukungan Jokowi, OSO kembali mengelak. Dia meminta awak media menanyakan hal itu kepada Presiden. "Teman-teman wartawan jangan hanya kejar saya dong. Silakan tanya langsung ke Bapak Presiden," tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya