Berita

Mantan Kanselir Austria, Sebastian Kurz/Net

Dunia

Beri Pernyataan Palsu, Mantan Kanselir Austria Terancam Tiga Tahun Penjara

SABTU, 19 AGUSTUS 2023 | 09:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dugaan kesaksian palsu yang diberikan oleh mantan Kanselir Austria, Sebastian Kurz, di hadapan parlemen membuatnya harus menghadapi dakwaan.

Kantor Kejaksaan Austria untuk kejahatan ekonomi dan korupsi secara resmi mengumumkan dakwaan kepada Kurz dan juga mantan kepala stafnya, Bernhard Bonelli, pada Jumat (18/8).

“Politisi konservatif (Kurz) dan mantan kepala staf Bonelli diduga memberikan kesaksian palsu di hadapan komite penyelidikan Ibiza di Parlemen Austria mengenai dugaan korupsi pemerintahannya," kata kantor itu dalam sebuah pernyataan.


Kantor kejaksaan menjelaskan dalam pernyataannya bahwa kasus ini menyangkut pertanyaan mengenai penunjukan Kurz ke dalam perusahaan induk negara OBAG, dalam sidang komite parlemen pada 2020 dan 2021.

Atas kasus tersebut, mantan Kanselir yang dahulu merupakan pemimpin Partai Rakyat konservatif kemudian meninggalkan jabatannya pada 2021 setelah dia dan sembilan orang lainnya ditempatkan dalam penyelidikan terkait dugaan pelanggaran kepercayaan, korupsi, dan penyuapan dengan berbagai tingkat keterlibatan. Kurz sendiri telah membantah tuduhan tersebut.

“Kami menantikan kebenaran yang akhirnya terungkap dan tuduhan itu menjadi tidak berdasar,” tulis Kurz dalam media sosial, seperti dimuat Reuters.

Saat ini, persidangan Kurz dan Bonelli dijadwalkan akan berlangsung pada 18 Oktober mendatang. Jika terbukti bersalah, keduanya dapat dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya