Berita

Logo Badan Pengawas Pemilu/Ist

Politik

Pejabat di 514 Kabupaten/Kota Kosong, Bawaslu Diduga Cawe-cawe Proses Seleksi

SELASA, 15 AGUSTUS 2023 | 13:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pejabat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di 514 kabupaten/kota hingga kini belum juga dilantik, hingga menuai protes berbagai kalangan, karena berpotensi kekosongan jabatan.

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Neni Nur Hayati, mengaku menemukan dugaan penyimpangan oleh Bawaslu RI, karena mengulur waktu pelantikan sejumlah anggota Bawaslu kabupaten/kota.

"Sangat disayangkan, seharusnya pengumuman hasil seleksi tidak menyimpang dari jadwal yang telah ditetapkan," kata Neni, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/8).


Menurutnya, hingga kini sudah dua kali terjadi keterlambatan mengumumkan hasil seleksi calon anggota Bawaslu untuk 514 kabupaten/kota, padahal masa berakhir para pejabat Bawaslu di daerah 14 Agustus 2023 kemarin.

"Sebelumnya pengumuman molor di tim seleksi," tegasnya.

Dia juga menjelaskan, jadwal pengumuman hasil seleksi seharusnya dilaksanakan pada 12 Agustus 2023 yang kemudian disusul upacara pelantikan pada 14 Agustus 2023.

Namun berdasar informasi terbaru yang dia dapat, pengumuman anggota Bawaslu terpilih di 514 kabupaten/kota baru akan digelar pada 16 hingga 20 Agustus 2023.

Sebab itu Neni menduga pimpinan Bawaslu RI ikut cawe-cawe pada calon anggota Bawaslu kabupaten/kota yang diseleksi, sehingga jadwal pengumuman dan pelantikan tertunda.

"Molornya pengumuman di 514 Bawaslu kabupaten/kota itu diduga kental kepentingan politik dan intervensi dari berbagai pihak," pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya