Berita

Presiden Joko Widodo sudah ditinggal PDIP sejak dianggap berkhianat saat merancang koalisi besar tanpa kehadiran PDIP/Net

Politik

Dianggap Khianati Megawati, Jokowi Sudah Ditinggalkan PDIP?

SENIN, 14 AGUSTUS 2023 | 16:12 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

PDI Perjuangan dianggap sudah terlebih dahulu meninggalkan Presiden Joko Widodo karena mengkhianati Megawati Soekarnoputri, setelah bertemu pimpinan partai politik untuk membentuk koalisi besar tanpa partai banteng moncong putih.

Hal itu disampaikan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, merespons bergabungnya Partai Golkar dan PAN dengan koalisi pendukung Prabowo Subianto, yakni Partai Gerindra dan PKB.

Bergabungnya PAN dan Golkar diyakini sebagai realisasi keinginan Presiden Jokowi untuk membentuk koalisi besar, seperti yang pernah disampaikan saat bertemu lima ketum parpol di acara PAN beberapa waktu lalu.


"Bukan Jokowi yang meninggalkan PDIP, tetapi PDIP yang lebih dulu meninggalkan Jokowi. Karena Jokowi mengkhianati Megawati, setelah Jokowi buat pertemuan dengan partai-partai tersebut untuk buat koalisi besar tanpa PDIP," ujar Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/8).

Ubedilah melihat, saat ini Megawati tengah memberikan hukuman untuk Jokowi. Untuk itu, PDIP terlihat akan terus konsisten mengusung Ganjar Pranowo.

"PDIP terlihat akan terus konsisten untuk mengusung Ganjar Pranowo apapun yang akan terjadi. Karena PDIP telah memenuhi syarat Presidential Threshold 20 persen, apalagi jika PPP akan terus bersama PDIP," pungkas Ubedilah.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya