Berita

Miss Universe Indonesia 2023, Fabienne Nicole Groeneveld/Net

Publika

Wow... Miss Universe Ditelanjangi

KAMIS, 10 AGUSTUS 2023 | 13:21 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

FOTO telanjang Miss Universe Indonesia kini ditangani Polda Metro Jaya.
Tujuh finalis diwakili kuasa hukum Mellisa Anggraeni, merasa dilecehkan. Mereka disuruh fitting busana, mendadak disuruh telanjang. Ditonton 20 orang termasuk pria.

Telanjang (body checking) menurut Mellisa, tidak diberitahukan sebelumnya. Perintahnya fitting (mencoba pakaian). Tapi mendadak disuruh telanjang. Ditonton.

Mellisa kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (9/8) mengatakan: "Body checking tidak ada di rundown. Mereka ditodong (dipaksa). Itu membuat klien kami terpukul. Ajang kompetisi yang harusnya meninggikan value perempuan, justru diperlakukan sebagai objek.”

Mellisa kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (9/8) mengatakan: "Body checking tidak ada di rundown. Mereka ditodong (dipaksa). Itu membuat klien kami terpukul. Ajang kompetisi yang harusnya meninggikan value perempuan, justru diperlakukan sebagai objek.”

Itu terjadi Selasa, 1 Agustus 2023 di ballroom Hotel Sari Pacific Hotel, Jakarta Pusat, dua hari sebelum grand final pengumuman pemenang Miss Universe Indonesia.

Jumlah finalis 30 wanita. Semua diperlakukan begitu. Tujuh dari mereka memberi kuasa Mellisa melapor ke Polda Metro Jaya.

Mellisa menggunakan diksi ‘ditodong’, sebab ada relasi kuasa di situ. Para finalis terpaksa menuruti perintah panitia seleksi. Sebab saat itu adalah final pemilihan Miss Universe Indonesia.

Grand final digelar Kamis (3/8) di Jakarta. Pemenangnya Fabienne Nicole Groeneveld dari DKI Jakarta. Dia akan mewakili Indonesia di pagelaran Miss Universe Global di El Salvador, 18 November 2023.

Mellisa: “Klien kami sangat tertekan. Itu pelecehan. Ada dokumen yang kami serahkan ke penyidik. Berupa surat, foto, video. Bagaimana kalau di waktu mendatang video bugil itu dipublikasi?

Polisi sudah menerima laporan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan mengatakan: "Baru diterima laporan dari pelapor. Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan lebih lanjut.”

Pengacara korban melaporkan penyelenggara Miss Universe Indonesia 2023 dengan Pasal 4, 5, 6, 14, 15 UU 12/2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Dalam waktu dekat, para wanita yang disuruh telanjang, akan dimintai keterangan polisi. Tapi belum disebutkan waktu pemeriksaan.

Plh Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Yuliansyah kepada wartawan mengatakan: "Yang pasti, kami akan panggil dulu korban. Setelah itu penyelenggara."

Perusahaan penyelenggara Miss Universe didirikan Donald Trump (mantan Presiden Amerika Serikat) 1996. Lantas, 14 September 2014 hak penyelenggaraan dijual ke IMG Worldwide. Terbaru, hak itu dijual lagi kepada JKN Global Group, konglomerat media dan konten dari Thailand, Oktober 2022. Seharga USD 20 juta sekitar Rp 311,2 miliar.

Sejak hak diakuisisi JKN Global Group, penyelenggara Miss Universe Indonesia juga berubah. Semula dipegang Yayasan Puteri Indonesia, beralih ke PT Capella Swastika Karya.

Menanggapi laporan polisi itu, CEO PT Capella Swastika Karya, Poppy Capella dalam keterangannya menyatakan:

“Kami melakukan investigasi, memeriksa hal-hal yang dituduhkan kepada kami, yang mana kami mengetahui hal tersebut dari media massa. Kami akan segera mengambil sikap maupun tindakan yang diperlukan terkait permasalahan ini, agar menjadi jelas dan terang kebenarannya.”

Miss Universe (global) memang biasa disuruh telanjang. Tapi tidak ditonton banyak orang. Satu-satunya pelanggan penonton Miss Universe telanjang adalah Donald Trump.

Dikutip dari The Guardian, Kamis 13 Oktober 2016, bertajuk, “Miss USA 2001 contestant: Trump barged into room when we were naked” menyebutkan, Trump dulu sering menonton Miss Universe dari berbagai negara, telanjang.

Cara Trump tidak formal menyuruh wanita-wanita cantik itu telanjang. Tidak. Melainkan, ia biasa nyelonong masuk ruang ganti, persis saat Miss Universe (dari mana saja) ganti pakaian.

The Guardian: “Seorang korban mengatakan: Trump masuk kamar ganti Miss Universe 2001, persis ketika mereka telanjang. Lalu, Trump berdiri, tanpa bicara,  menatap dengan teliti para Miss Universe.”

Salah seorang korban bercerita: “Beberapa detik sebelum ia (Donald Trump) masuk kamar ganti, saya mendengar penjaga keamanan di luar kamar memberitahu (Trump) bahwa para wanita di dalam sedang telanjang.”

Kemudian, Trump melenggang masuk kamar. Mengamati para wanita telanjang.

Korban: "Tuan Trump baru saja menerobos masuk. Ia tidak mengatakan apa-apa. Hanya berdiri di sana dan menatap kami. Sikap Tuan Trump tampak seperti mengatakan begini: Saya bisa melakukan ini, karena saya bisa."

Dilanjut: “Ia tidak masuk dan berkata, misalnya: Oh, maaf… saya sedang mencari seseorang… Tidak. Ia tidak mengatakan apa-apa. Ia masuk, berdiri dan ia menatap kami. Ia melakukannya karena ia tahu, ia punya kuasa.”

Trump pernah cerita soal ini. Di acara The Howard Stern Show (acara radio di AS dibawakan penyiar Howard Stern) pada 2005.

Dikutip The Guardian, Trump mengatakan: "Saya pergi ke belakang panggung sebelum pertunjukan, dan semua orang berpakaian, dan bersiap-siap, dan yang lainnya.”

Dilanjut: “Dan tahukah Anda, tidak ada laki-laki di situ. Dan saya diizinkan masuk, karena saya adalah pemilik kontes. Dan karena itu, saya memeriksa. Apakah semua orang baik-baik saja?' Anda tahu, mereka berdiri di sana tanpa pakaian. Dan Anda melihat wanita-wanita yang tampak luar biasa ini. Jadi, saya agak lolos dengan hal-hal seperti itu.”

Berarti, benar seperti kata saksi kepada The Guardian, bahwa Trump merasa boleh begitu, karena ia pemilik kontes Miss Universe.

Di Jakarta, kata Mellisa, juga ada relasi kuasa. Antara finalis Miss Universe dengan penyelenggara. Para finalis pastinya ingin menang kontes, sehingga mereka menurut saja diperlakukan begitu.

Setelah mereka kalah kontes, mereka lapor polisi. Pemenangnya tidak ikut lapor polisi. Apakah ini pelanggaran hukum pidana? Kita tunggu hasil penyelidikan polisi.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Empat Penjudi Sabung Ayam Nekat Terjun ke Sungai Usai Digerebek Polisi

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Maung Bandung dan Bajul Ijo Berbagi Poin di GBT

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:28

Umat Jangan Tergesa-gesa Simpulkan Pernyataan Menag soal Zakat

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:59

Try Sutrisno dan Gerakan Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:34

Iran Geram Kepemilikan Senjata Nuklir Israel Tak Disoal Dunia Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:08

Aparat Sita Amunisi hingga Uang Tunai Usai Rebut Markas DPO KKB

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:47

DPR Tugasi Bahtra Banong Bereskan Kasus Penipuan Travel di Sultra

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:19

Wamen Ossy: Pemanfaatan AI Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:00

Klaim Trump Incar Ali Khamenei untuk Bantu Rakyat Iran Cuma Bualan

Selasa, 03 Maret 2026 | 00:43

Selengkapnya