Berita

Juhur Hidayat dan elemen Aliansi Aksi Sejuta Buruh saat konferensi pers/RMOL

Politik

Boyong Sejumlah Tuntutan, Sejuta Buruh Bakal Geruduk Istana

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 18:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Satu juta buruh yang tergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) bakal berunjuk rasa di Istana Negara dan di jalan-jalan protokol DKI Jakarta, menuntut UU Cipta Kerja, UU Kesehatan, UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, dicabut.

Pernyataan itu disampaikan Koordinator Presidium AASB, Moh Jumhur Hidayat, dalam konferensi pers menjelang unjuk rasa yang bakal digelar Kamis (10/8).

"Hari ini kita sampaikan pernyataan pers, dan kemarin sudah disepakati, aksi ini penting bagi masyarakat," kata Jumhur, Selasa (8/8).


Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu juga mengatakan, pihaknya berencana unjuk rasa di Jakarta sejak pukul 11.00 WIB hingga selesai, didahului longmarch dari Bandung ke Jakarta sejak 3-10 Agustus 2023.

"Aksi akbar buruh ultra damai ini dimaksudkan untuk mendesak Presiden RI agar mencabut UU Cipta Kerja, UU Kesehatan, UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, serta wujudkan jaminan sosial semesta sepanjang hayat," urainya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Sekjen KSPSI yang juga koordinator lapangan AASB, Arif Minardi, mengatakan, pihaknya telah sosialisasi ke berbagai daerah di Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta sejumlah kota lainnya.

"Hampir seluruh anggota kami sudah tersosialisasi, makanya kami optimistis angka 1 juta bisa tercapai," katanya.

Arif juga menjelaskan, longmarch menggunakan sepeda motor akan diawali dengan menggelar unjuk rasa di kantor ILO, di Gedung Menara Tower, Jalan MH Thamrin 3, dilanjutkan ke Istana Negara, Jakarta.

"Setelah itu kami ke Istana Negara, memberikan draf Perppu Pencabutan UU Cipta Kerja. Draf sudah kita siapkan. Ini aksi damai, aksi ultra damai. Kami akan duduk-duduk sampai UU itu dicabut. Ini arogansi kesombongan, mereka harus kita lawan dengan jumlah massa yang besar," pungkas Arif.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya