Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dunia Terancam Pandemi Penyakit X di Masa Depan, Ilmuwan Inggris Siapkan Penangkal

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 16:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ilmuwan di Inggris sedang mengembangkan vaksin untuk pandemi 'Penyakit X' yang kemungkinan besar akan muncul di masa depan.

Setelah kemunculan Covid-19, para peneliti percaya bahwa patogen mematikan yang ditularkan melalui hewan, termasuk flu burung, cacar monyet, dan hantavirus, dapat berevolusi untuk menginfeksi manusia.

Penelitian ini dilakukan oleh UK Health Security Agency (UKHSA) di kompleks Laboratorium Porton Down dengan keamanan tinggi di Wiltshire.


Pusat Pengembangan dan Evaluasi Vaksin Porton Down telah diperluas sejak pandemi virus corona, dan 200 ilmuwan kini sedang mengembangkan vaksin untuk virus hewan yang belum menginfeksi manusia.

"Apa yang kami coba lakukan di sini adalah memastikan bahwa kami telah bersiap, sehingga jika kami memiliki Penyakit X baru, patogen baru, kami telah melakukan sebanyak mungkin pekerjaan itu sebelumnya," kata kepala UKHSA Profesor Dame Jenny Harries kepada Sky News, Senin (7/8).

“Mudah-mudahan kita bisa mencegah (pandemi). Tetapi jika kami tidak bisa dan kami harus menanggapinya, maka kami sudah mulai mengembangkan vaksin dan terapi untuk memecahkannya," katanya.

Tim Porton Down sendiri telah mengembangkan vaksin untuk melawan demam berdarah Krimea-Kongo, sebuah penyakit yang disebarkan oleh kutu yang membunuh 30 persen dari yang terinfeksi.

Menurut laporan, uji klinis tahap awal telah dimulai, dan 24 sukarelawan diharapkan untuk menguji suntikan dalam waktu dekat.

Patogen lain yang dipelajari termasuk flu burung, cacar monyet, dan hantavirus, yaitu keluarga virus yang disebarkan oleh hewan pengerat.

Sementara pandemi Covid-19 telah surut dalam dua tahun terakhir, pengendalian penyakit dan infrastruktur penelitian vaksin yang dilakukan oleh pemerintah Barat telah diperluas.

Di AS, Gedung Putih mengumumkan pembentukan badan tanggap pandemi permanen bulan lalu. Seperti UKHSA, badan ini juga ditugaskan untuk mengembangkan penanggulangan medis generasi berikutnya untuk penyakit yang ditularkan melalui hewan yang belum mengancam manusia.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya