Berita

Bangunan hancur selama invasi Rusia ke Ukraina/Net

Dunia

Ukraina Tuding Rusia Gunakan Senjata Kimia di Dekat Zaporizhzhia

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 13:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ukraina menuding pasukan Rusia menggunakan amunisi kimia di daerah Novodanylivka, Oblast Zaporizhzhia pada Minggu (6/8).

“Musuh terus menggunakan amunisi kimia, melanggar semua konvensi,” kata komandan pasukan strategis Tavris, Jenderal Oleksandr Tarnavskyi pada Senin (7/8), seperti dimuat Al Arabiya.

Tudingan ini muncul setelah Rusia meluncurkan dua serangan artileri dari MLRS (Multiple Launch Rocket System) dengan amunisi yang mengandung zat kimia, kemungkinan kloropikrin, di area Novodanylivka.


Kloropikrin merupakan senyawa kimia yang digunakan sebagai gas beracun dalam Perang Dunia I. Ini adalah cairan yang sangat mudah menguap dan tidak berwarna dengan bau yang menyengat dan menyebabkan air mata.

Kloropikrin menyebabkan gangguan pernapasan dan iritasi mata hingga melumpuhkan tentara di medan perang. Penggunaannya telah menurun secara signifikan sejak saat itu, namun masih dianggap sebagai agen perang kimia yang potensial.

Kendati begitu, serangan Rusia tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Rusia berusaha melakukan segala yang mungkin untuk menghentikan gerakan kami. Tapi mereka tidak akan berhasil,” kata Tarnavskyi.

Senjata kimia telah dikutuk secara universal, dan penggunaannya dalam peperangan dilarang keras oleh beberapa konvensi internasional.

Perjanjian yang paling menonjol adalah Protokol Jenewa 1925 dan Konvensi Senjata Kimia (CWC) 1993. Konvensi ini bertujuan untuk mencegah pengembangan, produksi, penimbunan, dan penggunaan senjata kimia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya