Berita

Representative Image/Net

Dunia

Prancis Tangguhkan Bantuan untuk Burkina Faso Gara-gara Dukung Kudeta Niger

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 01:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Prancis menangguhkan bantuan pembangunan dan keuangannya kepada Burkina Faso, setelah negara itu memberikan dukungannya terhadap kudeta militer Niger.

Meskipun alasan penangguhan bantuan tersebut tidak dijelaskan secara rinci, namun pernyataan singkat itu dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Prancis pada Minggu (6/8), setelah Burkina Faso secara terbuka menyampaikan solidaritasnya kepada junta Niger.

Seperti dimuat TRT World, Senin (7/8), bantuan pembangunan yang disediakan oleh Prancis untuk Burkina Faso diperkirakan mencapai angka yang besar, yaitu sekitar 530 juta dolar (Rp 8 triliun), dan dukungan anggaran pada 2022 sebesar 14,30 juta dolar (Rp 217 miliar ).


Dukungan yang diberikan Burkina Faso, Mali, dan Guinea, kepada militer yang menggulingkan Presiden terpilih Mohamed Bazoum telah menyebabkan meningkatnya ketegangan dan perpecahan di kawasan tersebut.

Komunitas Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS), menuntut agar para pemimpin kudeta mengembalikan Presiden Bazoum dalam waktu tujuh hari atau junta Niger akan menghadapi ancaman intervensi militer paksa.

Kementerian Luar Negeri Prancis dengan tegas mengumumkan dukungan mereka terhadap upaya ECOWAS untuk mengembalikan Presiden Bazoum ke kekuasaan.

Untuk itu, negara tersebut mulai menangguhkan bantuan mereka kepada negara yang mendukung kudeta itu, seperti Burkina Faso, yang telah menjadi titik perhatian di tengah ketegangan politik dan ketidakstabilan di kawasan Afrika Barat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya