Berita

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh/Ist

Politik

Soal Cawapres Anies, IPO: Keinginan Surya Paloh Lebih Masuk Akal Ketimbang Andi Arief

SENIN, 07 AGUSTUS 2023 | 17:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perbedaan pandangan Partai Nasdem dan Demokrat soal pengumuman bakal cawapres pendamping Anies Baswedan terus menuai spekulasi politik. Bahkan publik menilai hal itu bisa jadi pemicu Koalisi Perubahan untuk Persatuan bubar sebelum Pilpres 2024.

Nasdem ingin bakal cawapres dideklarasikan pada akhir-akhir menjelang pendaftaran ke KPU RI, sementara Demokrat ingin dideklarasikan segera di awal.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah berpandangan, keinginan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh lebih masuk akal ketimbang Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief. Meskipun, keduanya mempunyai argumentasi yang baik.


“Surya Paloh lebih rasional dibanding Andi Arief. Tetapi membaca posisi keduanya wajar saja terjadi silang pandangan,” ujar Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/8).

Menurut Dedi, Andi Arief sebagai Ketua Bappilu Partai Demokrat, tentu memerlukan kejelasan karena jika Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dipilih, itu menjadi momentum propaganda politik yang cukup kuat bagi Demokrat.

“Tetapi menentukan cawapres lebih awal dibanding rival, berisiko dijadikan tolok ukur dalam menentukan strategi,” tutur Dedi.

Atas dasar itu, pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai keinginan Nasdem mendeklarasikan cawapres di akhir lebih masuk akal. Sebab, dengan opsi ini Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bisa membaca alur strategi rival politiknya.

“Untuk itu, sudah mestinya cawapres Anies diumumkan last minute, demi kepentingan koalisi dan untuk membaca lawan,” demikian Dedi.

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, sebelumnya menilai cawapres pendamping Anies Baswedan lebih baik dideklarasikan di akhir. Sebab, menurutnya, konstelasi politik menjelang Pilpres 2024 masih sangat cair.

"Ibarat pertandingan sepak bola internasional seperti Piala Dunia yang kawan-kawan ikuti, dua menit terakhir, bisa berubah semuanya. Nasdem juga belajar itu. Jadi pengumuman cawapres Anies di akhir bukan karena koalisi tidak solid," kata Surya Paloh, Senin (7/8).

Sementara, Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief tidak setuju dengan keinginan Surya Paloh, dan meminta deklarasi cawapres Anies Baswedan dilakukan jauh sebelum masa pendaftaran ke KPU.

"Partai Demokrat berbeda pendapat dengan Pak Surya Paloh," ucap Andi dalam pernyataannya di media sosial X, platform yang sebelumnya bernama Twitter, @Andiarief_ dikutip Senin (7/8).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya