Berita

Masjid Gyanvapi/Net

Dahlan Iskan

Agama Arkeolog

SABTU, 05 AGUSTUS 2023 | 05:10 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

ILMU akan dipakai untuk menentukan sengketa agama.

Selasa lalu pengadilan tinggi memutuskan: para ahli arkeologi diizinkan melakukan penelitian di situ. Hasilnya akan dipakai menentukan apakah masjid itu dibangun di atas puing-puing kuil Hindu. Atau bukan.

Itulah nasib masjid Gyanvapi di kota Varanasi. Itulah kota suci Hindu di pinggir sungai Gangga di pedalaman India. Anda sudah tahu: saya pernah ke sana sebelum Covid 19.


Banyak sekali masjid di India yang mengalami nasib serupa: diklaim oleh umat Hindu sebagai masjid yang harus dibongkar. Mereka akan membangun kembali kuil di atasnya.

Yang sudah berhasil adalah di, Anda sudah tahu, Ayodya. Juga di negara bagian Uttar Pradesh. Sekitar 5 jam naik mobil dari Varanasi. Masjid Babri yang legendaris, besar dan indah itu dibongkar. Untuk didirikan kuil dengan arsitektur aslinya dulu.

Perlawanan dari golongan Islam habis-habisan. Perang agama terjadi silih berganti. Yang terbesar sampai membuat 2.000 orang meninggal dunia, terutama dari golongan Islam.

Kelemahan golongan Islam di situ adalah: tidak banyak lagi orang Islam di sekitar masjid. Tapi Masjid Babri menjadi simbol perjuangan. Kalau Babri sampai gagal akan banyak masjid yang bernasib serupa.

Sasaran berikutnya adalah Masjid Gyanvapi itu. Sejak 1982 sudah diajukan klaim: masjid itu dibangun di atas reruntuhan kuil Hindu yang penting. Yakni kuil Shiva. Pihak Islam menolak. Jadilah perkara di pengadilan. Sidangnya rumit sekali. Sejak 22 tahun lalu.

Di tengah persidangan itu ada putusan kompromistis. Orang Hindu diperbolehkan sembahyang di salah satu bagian masjid. Yakni di bagian, yang menurut mereka, inti dari kuil itu di masa nan lalu. Syaratnya: tidak boleh lebih dari 20 orang.

Bedanya dengan masjid Babri, di sekitar Masjid Gyanvapi masih banyak orang Islamnya. Ada kampung Islam di sekitarnya. Mirip dengan masjid tempat saya salat di Varanasi tidak jauh dari situ. Saya pernah ke beberapa rumah di sekitar masjid. Mereka Islam.

Sebenarnya saya ingin ke Masjid Gyanvapi. Tapi saya tidak menemukan orang yang bisa mengantar ke sana.

"Masjid," kata saya di tengah kesulitan menjelaskan pentingnya saya ke Gyanvapi. Ternyata diantar ke masjid satunya. Itu pun diturunkan di pinggir jalan raya. Saya harus jalan kaki masuk gang agak ke dalam.

Untuk ke Masjid Gyanvapi juga harus masuk gang. Penduduk kota Varanasi padat. Perkampungan pun sesak. Mereka tidak mau mengantar saya ke sana mungkin karena penduduk yang bukan Islam tidak boleh melewati gang itu: gang masjid.

Menjelang Pemilu 2014, ribuan polisi diterjunkan ke sekitar Masjid Gyanvapi. Isu agama memanas setiap menjelang Pemilu. Rakyat menuntut janji pemimpin mereka. Yang menjanjikan mampu membongkar masjid itu akan mereka pilih. Baik untuk DPRD, DPR Pusat, wali kota, maupun perdana menteri.

Narendra Modi, maju jadi anggota DPR dari dapil kota suci Varanasi. Selalu terpilih. Perolehan suaranya sangat besar. Ia jadi perdana menteri dua kali. Ia dianggap simbol pemimpin politik Hindu yang pemberani dalam membela agama. Ia Hindu garis keras.

Dalam hal masjid Babri di Ayodya, keputusan finalnya adalah: pemerintah memberi tanah untuk membangun masjid Babri yang baru. Maka masjid yang umurnya sudah ratusan tahun itu harus dibongkar.

Masjid Gyanvapi juga masjid yang sangat tua. Yakni masjid yang dibangun di zaman kejayaan Islam di India. Bagian utara-tengah India menjadi wilayah kekuasaan kesultanan Islam Moghul.

Simbol terbesar kekuasaan itu adalah istana Taj Mahal. Di kota Agra. Sekitar 10 jam naik mobil dari Varanasi.

Di zaman itu masjid-masjid pun dibangun. Semangat pengislaman zaman itu sampai ke soal rumah ibadah.

Kuil dirobohkan. Diganti masjid.

Salah satu literatur menyebut perintah merobohkan kuil Guanvapi terjadi tahun 1669. Yang memerintahkan adalah Raja Aurangzeb.

Zaman berubah. Kerajaan Islam Moghul runtuh. Padahal itu bukan sekadar kerajaan. Moghul sudah menjadi kekaisaran. Wilayahnya meliputi India, Pakistan, Afghanistan, dan negara-negara Asia tengah.

Moghul, Anda sudah tahu, berdiri tahun 1526, hampir bersamaan dengan Kesultanan Demak Bintoro di dekat Semarang. Moghul berkuasa selama lebih 300 tahun.

Setelah runtuh, Moghul meninggalkan budaya dan agama yang mendalam di kawasan itu. Kecuali di India. Di sini pelan-pelan penduduknya kembali ke Hindu. Bahkan kini, di bawah Modi, India menjadi negara agama. Penduduk Islamnya tinggal 14 persen.

Tentu itu mirip dengan yang terjadi di Cordova. Atau Cordoba. Di Spanyol selatan. Gereja jadi masjid. Lalu jadi gereja lagi. Tergantung mayoritas mana yang berkuasa.

Rumah ibadah telah menjadi tragedi kemanusiaan bila penguasa di sekitarnya berubah.

Keputusan pengadilan tinggi di Uttar Pradesh sudah mengizinkan penggalian di bawah masjid Gyanvapi. Syaratnya: tidak boleh melemahkan struktur bangunan. Masjidnya bisa roboh.

Susunan ahli arkeologi itu pun sudah diputuskan: lima orang, dua ahlinya dari Islam. Tentu akan memakan waktu. Tapi cara ini akan menular ke mana-mana. Terutama setiap kali akan ada Pemilu.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya