Berita

Prabowo Subianto saat bertemu Gibran Rakabuming/Net

Politik

Ujang Komarudin: Gibran Tak Berpengaruh, Kemenangan Prabowo Karena Jokowi Presiden

KAMIS, 03 AGUSTUS 2023 | 22:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rekayasa politik Presiden Joko Widodo agar tetap berkuasa diperkirakan memasangkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Salah satu caranya adalah melalui uji materiil aturan batas minimum capres-cawapres yang telah diatur dalam UU 7/2017 tentang Pemilu, ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ini skema, desain, atau rencana memuluskan jalan Gibran menjadi cawapres. Kelihatannya kalau Gibran maju maka kelihatannya ke capres Prabowo," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/8).


Tetapi, dia memproyeksi potensi kemenangan Prabowo jika dipasangkan dengan Gibran memunculkan pertanyaan di publik, karena dari segi elektoral belum nampak signifikan.

"Seberapa besar pengaruh suara Gibran ke Prabowo? Itu bukan karena Gibrannya. Gibran bukan siapa-siapa," katanya.

Dosen ilmu politik Universitas Al-Azhar Indonesia itu berpendapat, posisi Gibran yang kini duduk sebagai Walikota Solo juga belum menunjukkan prestasi gemilang, meski nanti MK mengabulkan permohonan uji materiil batas minimum usia capres-cawapres.

Sehingga menurut dia, peluang kemenangan Prabowo di Pilpres 2024 sesungguhnya bukan disebabkan Gibran menjadi cawapres, tetapi lebih kepada ikut campur bapaknya, Presiden Joko Widodo yang masih menjabat hingga selesai Pemilu 2024 mendatang.

"Tapi karena Jokowi-nya masih presiden, ya maka Gibran kuat mempengaruhi kemenangan Prabowo," tutur Ujang menekankan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya