Berita

Diskusi bertajuk "Posisi Politik Perempuan hari ini. Pentingkah?" yang digelar di FISIP Universitas Lampung, pada Rabu (2/8)/RMOLLampung

Nusantara

Ketiadaan Perempuan dalam Komposisi Bawaslu Lampung Disorot Aktivis dan Akademisi

KAMIS, 03 AGUSTUS 2023 | 05:23 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sejumlah aktivis pemerhati perempuan dan akademisi juga menyoroti tidak adanya keterwakilan perempuan dalam lembaga Bawaslu Lampung periode 2023-2028.

Hal ini muncul saat Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Lampung menggelar diskusi publik membahas pentingnya keterwakilan perempuan di lembaga penyelenggara/pengawas pemilu.

Diskusi bertajuk "Posisi Politik Perempuan hari ini. Pentingkah?" digelar pada Rabu (2/8) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung.


Hadir Anggota Bawaslu Lampung Gistiawan dan Anggota Tim Seleksi Bawaslu Lampung Mieke Yustia Ayu Ratna Sari. Gurubesar Ilmu Politik Universitas Lampung Ari Darmastuti dan bekas Komisioner KPU Lampung Handi Mulyaningsih juga dilibatkan menjadi pembicara diskusi tersebut.

Diskusi publik dimoderatori oleh Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Lampung Vina Oktavia serta dihadiri sekitar 70 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai organisasi pemerhati perempuan di Lampung.

Ketua Forum Puspa Provinsi Lampung, Yuli Nugrahani mengatakan, diskusi tersebut digelar sebagai respon atas penetapan dan pelantikan empat anggota Bawaslu Lampung periode 2023-2028 tanpa keterwakilan perempuan.

Diskusi tersebut digelar untuk menjaring opini berbagai lembaga dan diharapkan menjadi pertimbangan dalam proses seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Lampung yang saat ini tengah berlangsung.

"Berita tentang penetapan Anggota Bawaslu Lampung yang sudah ditetapkan. Berita itu memberikan kegelisahan khususnya pertanyaan, apakah perempuan ini masih dibutuhkan, perempuan ini pentingkah?" ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (2/8).

Yuli mempercayai bahwa kesetaraan gender sudah mulai diperhatikan oleh pemerintah dari tingkat pusat sampai dengan tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia. Namun, ketetapan Bawaslu RI terhadap keanggotaan Bawaslu Lampung tanpa keterwakilan perempuan menjadi pertanyaan.

"Apakah mutu perempuan itu tidak bisa. atau apakah politik ini masih mendiskreditkan. Kalau tema ini kita bahas kami ingin menolak SK itu, tapi apakah itu dimungkinkan oleh Bawaslu dan bagaimana? Paling tidak ruang kita pada perjumpaan ini menjadi pertimbangan, dan berharap ada tindak lanjut secara konkrit," ungkapnya.

Sementara itu, Akademisi Unila Handi Mulyaningsih berpendapat, perempuan semestinya mendapat tempat untuk bisa menduduki jabatan penting dalam lembaga penyelenggara/pengawas pemilu. Menurut dia, terdapat banyak permasalahan yang hanya bisa dilihat dari perspektif perempuan.

"Kalau kita harus tau bahwa ada problem yang lebih pas didekati oleh perempuan. Ini soal sensitivitas dan perempuan lebih sensitif," katanya.

Ia mencontohkan, dalam penentuan lokasi TPS, perempuan dapat memberikan masukan agar TPS dalam pemilu mudah dijangkau oleh perempuan hamil. Sosialisasi pemilu pada perempuan juga lebih optimal dilakukan oleh perempuan. Karena itulah, keterwakilan perempuan dalam lembaga penyelenggara/pengawas pemilu sangat penting.

Sayangnya, ia menyebut perempuan masih menghadapi problem kesenjangan dan marjinalisasi yang membuat perempuan tertinggal secara politik.

"Bahwa Indonesia apabila melihat sejarah lebih banyak laki-laki, tokoh perempuan itu tidak banyak. Berapa sih perempuan di DPRD Lampung saat ini tidak sampai 30 persen," tuturnya.

Gurubesar Ilmu Politik Unila, Ari Darmastuti berpendapat, tidak adanya keterwakilan perempuan dalam Bawaslu Lampung menandakan perjuangan perempuan dalam menuntut kesetaraan, khususnya di bidang politik belum berakhir.

Selama ini, perjuangan untuk mewujudkan keterwakilan perempuan dalam berbagai lembaga pemerintahan/politik telah menunjukkan hasil. Ia mencontohkan, keterwakilan perempuan di DPRD Lampung/pemerintahan telah melahirkan berbagai regulasi yang responsif gender.

Sementara anggota Tim Seleksi Bawaslu Lampung, Mieke Yustina Ayu Ratna Sari menyampaikan, pihaknya telah berupaya memenuhi komitmen untuk mewujudkan komposisi minimal 30 persen saat proses seleksi.

Masa pendaftaran calon anggota Bawaslu Lampung juga sempat diperpanjang untuk menjaring lebih banyak calon perempuan. Hingga seleksi delapan besar, Timsel Bawaslu Lampung merekomendasikan 7 nama laki-laki dan 1 nama perempuan ke Bawaslu RI.

Gistiawan mengatakan, Bawaslu Lampung berkomitmen untuk menjalankan proses pengawasan pemilu yang responsif gender. Ia juga mengharapkan keterlibatan berbagai organisasi pemerhati perempuan di Lampung dalam proses pengawasan pemilu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya