Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto/Net

Suluh

Munaslub Gagal Total

SENIN, 31 JULI 2023 | 15:18 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

EMBUSAN angin bukan lawan sepadan bagi kekokohan pohon beringin. Akar tunggang yang besar menancap tajam ke dalam tanah bagai pondasi penopang gedung pencakar langit. Belum lagi akar gantung yang seolah menjadi pelindung batang besar beringin dari tiupan badai sekalipun.

Begitulah Golkar, kokoh menghadapi “angin buatan” yang diembuskan perongrong soliditas kadernya. Wacana musyawarah nasional luar biasa (munaslub) dan keinginan dari Ketua Dewan Penasehat Golkar Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk menjadi ketua umum seolah tampak seperti badai besar. Tapi nyatanya, oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa hanya dianggap “angin buatan”.

Karena buatan, maka angin tersebut tidak bertahan lama. Nyaris hanya sepekan embusannya sirna. Aliran udaranya bahkan belum sempat menggoyangkan akar gantung pohon beringin.


Anggota Dewan Pakar Golkar, Ridwan Hisjam yang memulai wacana ini juga sudah tampak bertaubat. Bahkan menyatakan siap menjadi panglima tempur Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024 mendatang. Sementara, gerakan dari Idrus Marham juga belum terasa nyata mengganggu Golkar.

Tegak Lurus ke Airlangga Hartarto

Kepemimpinan Airlangga Hartarto kian kokoh ketika 38 Ketua DPD I Partai Golkar berinisiatif untuk kumpul di Bali. Sebagaimana dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Provinsi Papua, Ahmad Doli Kurnia Tandjung seluruh anggota DPD provinsi itu kompak menyatakan penolakan pada wacana musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Mereka komitmen dan taat pada keputusan munas, rapimnas, dan rakernas.

"100 persen kami di sini menolak munaslub. Kami ingin fokus bekerja untuk memenangkan agenda politik 2024 bersama Pak Airlangga Hartarto," tutur Doli saat menggelar konferensi pers di Hotel Mulia Resort, Nusa Dua Bali, Minggu (30/7).

Kekompakan ini menjadi bukti bahwa Golkar masih solid. Sebab, mereka yang berkumpul adalah para pemilik suara dalam munas. Mereka masih tegak lurus pada Airlangga Hartarto dan menyatakan siap untuk tetap bersama.

Seperti gayung bersambut, mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla juga menyatakan ketidaksetujuannya pada wacana munaslub. Kata dia, munaslub hanya akan membuat marwah partai menjadi turun.

Dia bahkan berpesan kepada semua kader Golkar untuk bersatu dalam menghadapi embusan munaslub. Semua harus satu komando di bawah kepemimpinan yang sah, yaitu Airlangga Hartarto. Tanpa kekompakan, Golkar akan semakin sulit menangkan Pemilu 2024.

“Airlangga sudah diberikan mandat, masa mau dipecah lagi. Jangan Golkar dilibatkan situasi yang sulit. Siapapun yang pahami itu, ini soal organisasi harus bersatu,” tegas JK.

Saat berkunjung ke Kantor Berita Politik RMOL, Waketum Golkar Erwin Aksa menilai banyak cara untuk bisa membantu beringin menjadi kuat. Alasan Luhut dan Bahlil tertarik memimpin Golkar karena elektabilitas partai yang dicitrakan lembaga survei sedang turun di angka 6 persen, tidak tepat.

Jika memang ingin memajukan partai, maka Luhut bisa saja turun ke Sumatera Utara yang menjadi basis pendukungnya, lalu mengkampanyekan partai ke masyarakat. Syukur-syukur bisa ikut jadi caleg sehingga menambah kursi Golkar.

Sementara Bahlil yang kini mulai diragukan memiliki KTA Golkar, juga bisa berkontribusi. Bahlil bisa membuktikan bahwa dirinya tokoh berpengaruh di Papua dengan cara mensosialisasikan Golkar di sana. Kalau perlu Bahlil juga bisa ikut menjadi caleg sehingga jumlah kursi Golkar terangkat.

Singkatnya, keinginan Luhut dan Bahlil tidak mendapat sambutan baik dari para kader. Semua masih dalam satu barisan mendukung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum sekaligus pemegang mandat untuk menentukan arah Golkar di Pilpres 2024.

Artinya, wacana munaslub yang diharapkan bisa menjadi pintu masuk Luhut dan Bahlil mewujudkan keinginan menjadi ketum telah sirna. Pertanda juga bahwa keduanya ternyata tidak mengakar di Partai Golkar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya