Berita

Potongan video yang beredar/Ist

Politik

Anies Diburu, Ganjar Ditinggal, Andi Sinulingga: Anak Muda Tahu Mana yang Berkualitas

SENIN, 31 JULI 2023 | 11:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Momen kalangan milenial meninggalkan ruangan saat bakal calon presiden (Bacapres) PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menjadi pembicara, viral di media sosial.

Fenomena itu dianggap sebagai jawaban, bahwa anak muda tahu mana omongan yang berkualitas dan perlu disimpan, dan mana yang tidak berkualitas.

Dalam video berdurasi 1 menit 12 detik yang diunggah akun Twitter @bachrum_achmadi, Minggu sore (30/7), memperlihatkan dua sosok Bacapres, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, berada di satu panggung.


Saat Anies Baswedan meninggalkan ruangan acara, dilanjutkan Ganjar yang hendak berbicara, video memperlihatkan ruangan hanya terdapat sedikit orang, tiba-tiba banyak kursi kosong.

Terlihat pula, anak-anak muda yang tadinya duduk di ruangan itu mengejar Anies yang hendak meninggalkan lokasi acara.

"Begitu Anies selesai sebagai pembicara, seketika itu kursi pada kosong, padahal giliran Ganjar sebagai pembicara. Anak-anak milenial pada ngerubungi Anies, Ganjar malah ditinggal. Ada yang bisa jelaskan kenapa saudara-saudara?" kata akun Twitter @bachrum_achmadi, Minggu sore (30/7).

Postingan itu pun mendapat sorotan dari aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Sinulingga. Melalui akun Twitter @AndiSinulingga, Minggu malam (30/7), dia mengomentari postingan itu.

"Anak-anak muda itu tahu mana omongan yang berkualitas dan perlu disimak, (dan) mana yang tidak," kata Andi, dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (31/7).

Dia meyakini, Ganjar hanya akan membicarakan seputar nasionalisme, kebhinekaan, dan NKRI, yang merupakan hal-hal umum yang semua rakyat Indonesia sudah paham.

"Semakin rendah kualitas seorang politisi, semakin sering dia bicara jargon-jargon kebangsaan," pungkas Andi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya