Berita

Angkatan Bersenjata Ekuador saat mengamankan penjara Guayas 1, yang terletak di kota pelabuhan Guayaqui/AFP

Dunia

Ambil Alih Kendali Sel, Ribuan Tentara Dikerahkan di Penjara Ekuador

RABU, 26 JULI 2023 | 13:23 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sebanyak 2.700 tentara dikerahkan ke sebuah penjara di Ekuador pada Selasa (25/7), untuk merebut kembali kendali atas fasilitas itu setelah kerusuhan mematikan yang menewaskan belasan narapidana.

Penjara Guayas 1, yang terletak di kota pelabuhan Guayaquil, telah lama menjadi pusat kerusuhan rutin dan kekerasan yang berkaitan dengan geng-geng napi yang berkompetisi.

Mengutip Malay Mail, Rabu (26/7), pada pertempuran terbaru antara geng-geng di penjara tersebut, 11 orang dilaporkan terluka, termasuk seorang petugas polisi.


Kekerasan berdarah ini telah menjadi masalah kronis di penjara-penjara Ekuador, dengan setidaknya ada 420 korban jiwa yang tercatat sejak tahun 2021.

Banyak dari korban yang dipenggal, dibakar hidup-hidup, atau bahkan ditembak, akibat dugaan korupsi yang meluas di antara para penjaga yang memungkinkan narapidana memiliki senjata dan bahan peledak.

Menanggapi situasi tersebut, pemerintah telah memberlakukan keadaan darurat di semua penjara Ekuador selama 60 hari sebagai langkah untuk mengatasi situasi yang semakin memburuk.

"Angkatan Bersenjata yang dikerahkan telah berhasil menyita beberapa senapan, peluncur granat, pistol, revolver, dan ribuan butir amunisi di dalam penjara," kata pejabat setempat.

Presiden Ekuador Guillermo Lasso dalam unggahan di media sosial menunjukkan foto-foto anggota pasukan keamanan yang mengawasi narapidana yang bertelanjang dada dan tangan terikat di halaman penjara.

"Pemerintah tidak akan pernah menyerah pada kekerasan kriminal," tegasnya dalam unggahan tersebut.

Sementara di luar penjara Guayas 1, keluarga para narapidana terlihat berkumpul dengan wajah panik dan cemas atas nasib orang-orang yang mereka cintai yang berada di dalam. Beberapa demonstran membawa balon putih dan plakat dengan pesan perdamaian, sementara mereka berteriak agar narapidana tidak dipandang seperti tikus, melainkan sebagai manusia.

Ekuador, yang merupakan lokasi strategis untuk pengiriman obat-obatan ke Amerika Serikat dan Eropa, telah menjadi titik fokus dalam perdagangan kokain dan perang geng yang berdarah di kota pelabuhan Guayaquil.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya